Berita

Ilustrasi virus corona/Net

Dunia

Sanggah Klaim AS, Kemlu China: WHO Buktikan Virus Corona Tidak Diciptakan Di Laboratorium

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 16:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China merespons klaim Amerika Serikat yang menyatakan virus corona baru (Covid-19) berasal dari kebocoran laboratorium di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Pada Kamis (16/4), Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti bahwa virus corona baru diciptakan di laboratorium. Itu disampaikan oleh jurubicara kementerian, Zhao Lijian.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya tengah melakukan penyelidikan untuk melihat adanya kemungkinan virus corona baru berasal dari laboratorium Wuhan.


"Kami sedang melakukan pemeriksaan yang sangat teliti terhadap situasi mengerikan yang terjadi," ujar Trump seperti dimuat CNA.

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo yang meminta Beijing untuk berterus terang atas apa yang mereka ketahui mengenai sumber virus yang telah menginfeksi 2 juta jiwa di dunia itu.

Kendati begitu, pada Selasa (14/4), Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley mengatakan intelijen AS melihat virus corona baru terjadi secara alami. Namun tidak ada kepastian mengenai hal tersebut.

Seiring dengan klaim AS, Trump juga mengumumkan telah menangguhkan dana untuk WHO. Di mana Trump mengatakan WHO telah gagal untuk menjalankan tugasnya sehingga virus corona bisa menginfeksi secara luas.

Trump juga mengatakan WHO terlalu "China sentris" di mana agensi di bawah PBB tersebut dianggap mendukung China untuk mempromosikan disinformasi mengenai virus corona sejak pertama kali diidentifikasi pada akhir tahun lalu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya