Berita

IMF/Net

Dunia

IMF Setujui Bantuan Pinjaman Dana Untuk 25 Negara Lawan Corona

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 14:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan telah menyetujui proposal pinjaman dana untuk menghadapi pandemik Covid-19 bagi 25 negara.

Pernyataan IMF yang dirilis pada Rabu (15/4) mengungkapkan pinjaman dana tersebut berasal dari bantuan layanan utang berbasis hibah mencakup  185 juta dolar AS dan 100 juta dolar AS sebagai janji dari Inggris dan Jepang. China dan Belanda juga dilaporkan akan memberikan kontribusi.

"Dewan Eksekutif hari ini menyetujui keringanan pada layanan utang untuk 25 negara anggota yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan dari Bencana Penahanan Bencana dan Percaya (CCRT)," bunyi pernyataan tersebut.


"Empat negara lainnya diharapkan untuk meminta bantuan seperti itu dalam beberapa minggu mendatang," lanjutnya seperti dimuat Sputnik.

Dikatakan oleh Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, bantuan pinjaman tersebut diberikan kepada negara yang paling rentan selama enam bulan ke dekan. Di mana dana tersebut ditujukan untuk kebutuhan medis yang vital di tengah pandemik.

Bantuan hutang akan diberikan ke Afghanistan. Yaman, Tajikistan, dan ke negara-negara termiskin di Afrika, termasuk Benin, Burkina Faso, Republik Afrika Tengah, Chad, Kongo, Rwanda, Togo, dan lainnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya