Berita

Polisi Jerman/Net

Dunia

Polisi Ringkus Empat Anggota ISIS, Diduga Akan Melakukan Serangan Terhadap Pangkalan Angkatan Udara AS Di Jerman

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 09:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Empat orang pria asal Tajikistan yang diduga kuat sebagai anggota sel teror di bawah komando ISIS digrebek petugas polisi negara bagian Jerman, Nordrhein-Westfallen (NRW).  

Mereka diduga merencanakan serangan terhadap fasilitas militer Amerika.
Jaksa federal mengatakan para tersangka ditangkap Rabu pagi di berbagai lokasi di negara bagian Rhine-Westphalia Utara.

Mereka mengidentifikasi orang-orang itu sebagai Azizjon B., Muhammadali G., Farhodshoh K. dan Sunatullokh K.

Mereka mengidentifikasi orang-orang itu sebagai Azizjon B., Muhammadali G., Farhodshoh K. dan Sunatullokh K.

Pemimpin mereka, Ravsan B, yang juga asal Tajikistan, telah dipenjara sejak tahun lalu karena tuduhan senjata api, menurut laporan mingguan Jerman Der Spiegel, Melansir AP (16/4).

Mereka dilaporkan pertama kali merencanakan serangan di Tajikistan tetapi kemudian target bergeser ke Jerman, termasuk ke Pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat, serta target penting lainnya.

Semua tersangka akan didakwa dengan keanggotaan dalam organisasi teroris.

Jaksa mengatakan para pria itu bersumpah setia kepada Isis pada awal 2019 dan melakukan kontak dengan tokoh berpangkat tinggi dalam kelompok itu.

Jaksa penuntut mengatakan kelompok itu telah memperoleh senjata api dan amunisi untuk melakukan serangan mereka, sementara Ravsan B. telah memerintahkan bahan-bahan untuk membangun alat peledak.

Mereka menerima tugas pembunuhan atas pesanan dengan imbalan 40.000 dolar di Albania, kata polisi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya