Berita

Laboratorium Virologi Wuhan/Net

Dunia

Yakin Virus Corona Muncul Dari Kebocoran Lab Wuhan, AS: China Harus Berterus Terang

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 08:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih terus berusaha mencari bukti akan adanya kemungkinan bahwa virus corona baru atau SARS-CoV-2 berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, China.

Dilaporkan Fox News pada Rabu (15/4), virus corona baru berasal dari laboratorium Wuhan. Namun, virus itu bukan digunakan untuk bioweapon atau senjata biologis, melainkan sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa China bisa mengidentifikasi dan memerangi virus sama atau lebih besar dari kemampuan AS.

Menurut laporan tersebut, laboratorium Wuhan, yang merupakan tempat eksperimen virologi memiliki kelemahan standar keselamatan yang menyebabkan seseorang terinfeksi dan menularkannya di pasar makanan laut terdekat.


Sementara pada Selasa (14/4), Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley mengatakan intelijen AS melihat virus corona mungkin terjadi secara alami dan bukan dibuat di sebuah laboratorium. Kendati begitu, sumber virus tersebut masih misteri.

Ketika ditanya mengenai adanya laporan virus corona baru berasal dari kebocoran lab Wuhan, Trump mengatakan ia mengetahui hal tesebut.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan yang sangat teliti terhadap situasi mengerikan yang terjadi ini," katanya seperti dimuat Reuters.

Namun ketika ditanya apakah sumber virus corona menjadi salah satu subjek dalam perbincangannya dengan Presiden China Xi Jinping, Trump enggan menjawab

"Saya tidak ingin membahas apa yang saya bicarakan dengannya tentang laboratorium, saya hanya tidak ingin membahas, itu tidak pantas sekarang," ungkapnya.

Pernyataan Trump yang seakan menekan pernyataannya tersebut kemudian dikaitkan dengan kondisi AS yang saat ini mengandalkan China untuk mendapatkan peralatan kesehatan yang dibutuhkan para pekerja medis.

Sedangkan Menteri Luar Negeri mike Pompeo yang melakukan wawancara dengan Fox News Channel mengatakan pihaknya sudah mengetahui bahwa virus corona baru berasal dari Wuhan.

"Kami benar-benar meminta pemerintah China untuk membuka diri dan menjelaskan bagaimana sebenarnya penyebaran virus ini," ujar Pompeo.

"Pemerintah China perlu berterus terang," tambahnya.

Pada Februari, sebuah rumor menyebutkan, Lembaga Virologi Wuhan yang didukung pemerintah ditutup karena virus corona baru yang bocor.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya