Berita

Jepang/Net

Dunia

Corona Diprediksi Tewaskan 400 Ribu Orang, Pemerintah Jepang Desak Warga Isolasi Diri Di Rumah

RABU, 15 APRIL 2020 | 19:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang mendesak warganya untuk mengisolasi diri di rumah seiring adanya laporan media yang memperingatkan bahwa sebanyak 400.000 orang bisa meninggal karena virus corona baru.

Dalam laporan media Jepang yang memproyeksikan data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan korban jiwa akibat Covid-19 bisa mencapai 400.000 jika tanpa ada langkah-langkah mitigasi.

Selain itu, sebanyak 850.000 orang juga diperkirakan akan membutuhkan ventilator.


Munculnya laporan tersebut juga dibarengi dengan peningkatan laju infeksi virus corona di Jepang dalam beberapa pekan terakhir. Alhasil, pemerintah memberlakukan keadaan darurat di Tokyo dan enam wilayah lainnya untuk memotong interaksi antarorang hingga 70 persen.

Selain itu, pemerintah juga meminta agar warga mengisolasi diri dan menutup bisnis, meski tidak ada denda atau hukuman jika tidak mematuhi aturan tersebut.

Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga juga mendesak agar setiap orang melakukan segala upaya untuk membantu pemerintah menekan penyebaran wabah virus corona baru

Jepang sendiri, dilaporkan Reuters hanya menguji orang dengan gejala inveksi. Di mana infeksi di Jepang saat ini sudah mencapai lebih dari 8.000 kasus dengan hampir 200 orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya