Berita

Lockdown/Net

Dunia

WHO: Sebelum Cabut Kuncian, Negara Harus Evaluasi Dampak Wabah Selama Dua Pekan

RABU, 15 APRIL 2020 | 18:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negara-negara yang ingin melonggarkan lockdown atau penguncian dan pembatasan gerak harus menunggu setidaknya dua pekan untuk mengevaluasi perubahaan wabah di negara tersebut.

Hal tersebut disampaikan dalam Strategy Update dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (15/4).

Dalam strategi tersebut, WHO menyatakan dunia tengah berada di titik penting untuk menangani pandemik. Sehingga setiap negara harus menerapkan langkah-langkah kesehatan yang komprehensif untuk mempertahankan kondisi stabil di tingkat rendah atau tanpa transmisi berkelanjutan


Strategi tersebut dibuat seiring rencana beberapa negara untuk mengangkat kuncian dan memulai kehidupan normal. Namun menurut WHO, langkah tersebut harus dilakukan secara bertahap dengan melakukan evaluasi dampak terlebih dulu.

“Untuk mengurangi risiko wabah baru, langkah-langkah harus diambil secara bertahap, langkah bijaksana berdasarkan penilaian risiko epidemiologis dan manfaat sosial ekonomi untuk mengangkat pembatasan pada tempat kerja, lembaga pendidikan, dan kegiatan sosial yang berbeda,” kata WHO.

“Idealnya akan ada minimal 2 minggu (sesuai dengan masa inkubasi Covid-19) antara setiap fase transisi, untuk memberikan waktu yang cukup untuk memahami risiko wabah baru dan merespons dengan tepat," tambah WHO seperti dimuat Reuters.

Pernyataan WHO ini juga berselang sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan menunda pendanaan untuk WHO pada Selasa (14/4).

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya