Berita

Ilustrasi virus corona/Net

Dunia

Patahkan Teori "Virus Corona Bisa Mati Di Musim Panas", Ilmuan Prancis: SARS-CoV-2 Baru Non-Aktif Di Suhu Hampir Titik Didih

RABU, 15 APRIL 2020 | 13:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah tim ilmuan dari Prancis melakukan penelitian mengenai daya tahan hidup virus corona baru atau SARS-CoV-2. Dalam penelitan tersebut, mereka menyimpulkan, virus corona hanya bisa dibunuh jika dalam kondisi suhu hampir di titik didih air atau 100 derajat celcius.

Penelitian itu dituliskan dalam sebuah makalah berjudul “Evaluation of heating and chemical protocols for inactivating SARS-CoV-2” yang dirilis di bioRxiv pada Sabtu (11/4).

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Remi Charrel dan rekan-rekannya dari Universitas Aix-Marseille, Prancis itu nyanyatanya menggugurkan teori sebelumnya yang menyatakan virus corona baru bisa langsung tidak aktif dalam cuaca yang lebih hangat.


Pasalnya, ketika diteliti, virus corona baru masih dapat dipanaskan hingga 60 derajat celcius selama satu jam penuh dengan masih ada beberapa strain yang masih hidup dan dapat ditiru setelahnya.

Menurut South China Morning Post yang dikutip Sputnik, aturan 60 derajat celcius dalam 60 menit tersebut merupakan pengaturan laboratorium ketika menguji virus lainnya, termasuk Ebola.

Berdasarkan hasil penelitian, ketika virus corona baru terpapar suhu 92 derajat celcius dalam waktu 15 menit, virus tersebut sepenuhnya tidak aktif. Sementara pemanasan 60 derajat dapat mengakibatkan penonaktifan sampel dengan viral load yang rendah, tes 92 derajat terbukti lebih efektif.

"Hasil yang disajikan dalam penelitian ini harus membantu untuk memilih protokol yang paling cocok untuk inaktivasi guna mencegah paparan personel laboratorium yang bertanggung jawab atas deteksi langsung dan tidak langsung Sars-CoV-2 untuk tujuan diagnostik," jelas tim peneliti.

Pada pekan lalu, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional menerbitkan laporan yang diarahkan ke Gedung Putih yang menjelaskan suhu musim panas yang lebih hangat bisa berdampak kecil pada penyebaran virus corona baru di Amerika Serikat.

"Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 dapat mentransmisikan secara kurang efisien di lingkungan dengan suhu dan kelembaban sekitar yang lebih tinggi," bunyi laporan itu.

"Namun, mengingat kurangnya imunitas inang secara global, pengurangan efisiensi transmisi ini mungkin tidak mengarah pada pengurangan yang signifikan dalam penyebaran penyakit," tambah laporan tersebut.

Para peneliti juga menyoroti bahwa “bukti munculnya wabah musiman” yang disampaikan laporan tersebut juga tidak ditemukan pada penyakit pernapasan lainnya yang serupa, seperti sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS).

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya