Berita

Tom Moore/Net

Dunia

Kapten Moore, Veteran Inggris Berusia 99 Tahun Yang Berhasil Kumpulkan Dana Rp 78 Miliar Untuk Penanganan Wabah Corona

RABU, 15 APRIL 2020 | 12:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kapten Tom Moore, seorang veteran berusia 99 tahun asal Inggris itu tidak pernah kehilangan rasa patriotismenya sedikit pun.

Untuk merayakan ulang tahun ke-100 nya, Moore melakukan aksi kemanusiaan dengan berjalan mengelilingi 100 halaman dari kebun belakangnya untuk mengumpulkan dana guna penanggulangan wabah virus corona baru di Inggris.

Pada awalnya, Moore dari Kighley, Yorkshire itu hanya berencana untuk mengumpulkan 1.000 poundsterling.


Mengenakan jas kehormatannya, ia memulai aksinya dengan berjalan menggunakan alat bantu pada Rabu (8/4).

Siapa sangka, hanya dalam kurun waktu 24 jam, ia ternyata sudah mengumpulkan 70 ribu poundsteling. Alhasil, ia pun memperpanjang penggalangan dana tersebut dan pada Selasa pagi (14/4), Moore sudah mengumpulkan uang sebesar 1 juta poundsterling.

Angka tersebut meningkat menjadi 2 juta pada pukul 3.30 sore harinya, dan melebihi 3 juta pounsterling pada malam hari. Jika dibulatkan, Moore menghasilkan 4 juta poundsterling atau setara dengan Rp 78 Miliar (Rp 19.728/poundsterling).

"Hampir tidak bisa dipercaya bukan?" ujar Moore kepada BBC seperti dimuat MSN.

"Namun ketika memikirkan (uang ini) untuk siapa, mereka yang sangat berani. Saya pikir mereka pantas mendapatkan setiap sen dari itu," lanjutnya.

Dalam sehari, Moore melakukan aksi berjalan 10 putaran di taman setiap hari. Ia berharap bisa mencapai 100 putaran pada 30 April, hari ulang tahunnya.

Namun, putrinya, Hannah mengatakan, Moore kemungkinan akan mencapai tujuannya ada Kamis (16/4).

"Saya pikir ini benar-benar luar biasa. Saya benar-benar senang melakukan ini untuk perawat dan dokter dan semua orang dalam layanan kesehatan nasional kita," kata Moore.

"Perawat dan dokter kita yang berani berada di garis depan dalam kasus ini. Kali ini, pasukan kita memakai seragam dokter dan perawat, mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa," imbuhnya.

Moore adalah tentara yang bertugas dalam Perang Dunia II. Ia dipilih untuk pelatihan militer pada 1940 dan menyelesaikan tugasnya di India dan Sumatra. Setelah kembali, ia menjadi instruktur di sekolah kendaraan tempur lapis baja di Bovington.

Istri Moore sudah meninggal pada 2006 karena sakit. Sedangkan Moore sendiri mengalami patah tulang pinggul dan kanker kulit. Karena penyakit yang dideritanya, ia kerap berhubungan dan menjalin kedekatan dengan para petugas medis di National Health Service (NHS).

Menurut Hannah, ayahnya sempat kewalahkan ketika sudah mengumpulkan 1 juta poundsterling, namun semangatnya yang kuat membuat ia terus melakukan penganggalan dana.

“Kami selalu tahu bahwa ia adalah permata yang luar biasa dari seorang pria, tetapi kami tidak pernah tahu bahwa ceritanya akan merebut hati bangsa. Kami pikir kami bisa memberi orang sedikit kebahagiaan dan kami ingin berbagi sedikit tentang dia, dan itu telah melampaui mimpi terliar kami," ujar Hannar.

Semua uang yang dikumpulkan Moore akan disumbangkan ke NHS Charities Together sebagai bantuan paket kesejahteraan pusat pemulihan untuk staf di garis depan, serta perangkat elektronik bagi pasien untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka saat dalam isolasi.

Kepala Eksekutif NHS Charities Together, Ellie Orton, mengatakan, "Saya pikir saya bergabung dengan negara lain untuk benar-benar terinspirasi dan sangat rendah hati oleh Kapten Tom dan apa yang telah diraihnya."

Dalam ucapan terima kasihnya, Orton mengatakan Moore adalah seorang teladan yang membukakan hati dan pikiran banyak orang.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya