Berita

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres/Net

Dunia

Kritik Trump Yang Tangguhkan Dana WHO, Sekjen PBB: Sekarang Waktunya Bagi Persatuan Hentikan Virus

RABU, 15 APRIL 2020 | 08:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penangguhan dana kontribusi Amerika Serikat untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diumumkan Presiden Donald Trump juga ikut dikritisi oleh PBB.

Itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres pada Selasa (14/4) atau beberapa waktu setelah pengumuman Trump.

Dalam sebuah pernyataan, Guterres mengatakan, saat ini bukan waktunya untuk mengurangi sumber daya operasional WHO atau organisasi kemanusiaan lainnya guna memerangi pandemik.


"Sekarang adalah waktunya bagi persatuan. Komunitas internasional (harus) berkerja sama dalam solidaritas untuk menghentikan virus ini dan konsekuensinya yang menghancurkan," ujar Guterres seperti dimuat Reuters.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari yang sama, Trump mengatakan telah memerintahkan pemerintahannya untuk menghentikan sementara pendanaan bagi WHO.

Ia mengatakan, penghentian pendanaan tersebut dilakukan karena WHO telah gagal untuk menangani krisis dan mempromosikan disinformasi mengenai virus corona baru dari China.

"WHO gagal dalam tugas dasar ini dan harus bertanggung jawab," ujar Trump.

Amerika Serikat sendiri adalah donor terbesar untuk WHO. Pada 2019, AS menyumbang lebih dari 400 juta dolar AS atau sekitar 15 persen dari anggarannya.

Angka tersebut sesuai dengan anggaran dua tahunan WHO pada 2018-2019. AS diharuskan membayar kontribusi senilai 237 juta dolar AS dan menghasilkan 656 juta dolar AS dalam kontribusi sukarela dengan program-program tertentu.

Besarnya pendanaan dari AS membuat keputusan Trump banyak menuai kecaman. Termasuk Presiden Asosiasi Medis Amerika, Dr. Patrice Harris yang menyebutnya sebagai langkah berbahaya yang membuat Covid-19 semakin sulit dikalahkan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya