Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak Virus Corona Di Rusia, Moskow Kekurangan Tempat Tidur

RABU, 15 APRIL 2020 | 08:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagai kota yang paling parah dilanda virus corona di Rusia, Moskow mulai kewalahan menampung ribuan pasien.  

Otoritas di Moskow telah memperingatkan bahwa Ibukota Rusia mungkin kehabisan tempat tidur rumah sakit untuk mengobati masuknya peningkatan pasien virus corona dalam dua sampai tiga minggu ke depan, melansir Reuters, Selasa (14/4).

Sejak beberapa pekan lalu Moskow telah bergegas membangun rumah-rumah sakit darurat dan mengalihfungsikan sejumlah rumah sakit untuk bisa menampung ribuan pasien virus corona. Namun, ternyata jumlah itu masih tidak memadai.


"Meski ada kenaikan jumlah klinik negara bagian, federal dan komersial, rumah-rumah sakit yang dipersiapkan kemungkinan akan tetap kewalahan menampung pasien dalam dua atau tiga pekan lagi,” kata Departemen Kesehatan kota Moskow..

Jumlah kasus baru virus corona di Moskow pada Senin (13/4) meningkat 1.489 dalam satu hari. Sehingga jumlah total pada Selasa pagi mencapai 13.002.

Sekitar 6.000 penderitanya mendapat perawatan di rumah masing-masing.
Pusat penanggulangan virus corona Rusia mengatakan, negara itu kini memiliki 21.102 kasus yang dikukuhkan dengan 170 kematian

Pada minggu lalu, Wakil Wali Kota Moskow, Anastasia Rakova, mengatakan seiring meningkatnya jumlah kasus baru dan jumlah mereka yang mengalami gejala serius, beban layanan kesehatan juga meningkat secara drastis.

Mempertimbangkan situasi yang berkembang, Departemen Kesehatan Moskow memutuskan untuk mengalihfungsikan 24 rumah sakit lagi dan berencana menyediakan total 21 ribu tempat tidur dalam 10 hari mendatang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya