Berita

Gary Quinlan/Net

Dunia

Tarik Duta Besar Di Tengah Wabah Covid-19, Australia Sebut Indonesia Bencana Dari Utara

SELASA, 14 APRIL 2020 | 23:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rasa khawatir terhadap keseriusan penanganan wabah Covid-19 oleh Pemerintah Indonesia nyatanya tidak hanya dirasakan masyarakat dalam negeri.

Hingga hari ini, Selasa (14/4), 4.839 pasien dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Prediksi terburuk, juga telah disampaikan dari penelitian Universitas Indonesia yang menyebut ada 120 ribu kematian akibat Covid-19 dan lebih dari satu juta orang terinfeksi.


Kondisi yang demikian, menjadi perhatian serius bagi pemerintah Australia sebagai negara tetangga Indonesia.

Bahkan, kolom editorial harian The Australian menerbitkan tulisan dengan judul "Covid-19 Disaster To Our North" atau bencana bagi wilayah bagian utara.

Dalam tulisan tersebut, disebutkan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan ditarik pulang karena kondisi Indonesia yang dinilai mengkhawatirkan.

Bukan sekedar lambannya pemerintah Indonesia mencegah Covid-19. Tetapi, kondisi yang lebih mengkhawatirkan adalah Indonesia tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.

Disebutkan dalam tulisan tersebut, Indonesia hanya memiliki 8158 ventilator untuk 270 juta orang. Hanya memiliki dua tempat tidur ICU untuk setiap 100.000 orang, dan empat dokter untuk setiap 10.000 orang.

Sementara, 26 dokter dan sembilan perawat telah meninggal karena Covid-19 akibat kekurangan alat pelindung diri.

Direktur Lembaga Australia-Indonesia, Ross Taylor memperkirakan akan banyak masalah yang akan terjadi sebagai dampak Covid-19 di Indonesia.

"Selain kehilangan ratusan ribu orang, ada juga kemungkinan ketidakstabilan sosial karena pengangguran massal dan orang-orang yang jatuh kembali ke dalam kemiskinan," kata dia.

Di akhir editorial tersebut, disebutkan sejumlah negara sudah mengirimkan bantuan untuk Indonesia.

CHina telah mengirim satu paket bantuan medis ke Jakarta. Negara-negara lain, serta Australia, harus siap untuk membantu. AS, terlepas dari tantangannya, serta Singapura, Korea Selatan, dan Jepang semua memiliki andil dalam memastikan Indonesia sebagai negara terpadat keempat di dunia dapat mengatasi badai dan tetap stabil.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya