Berita

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro/Net

Dunia

Studi Intelijen: Hanya 8 Persen Kasus Yang Dilaporkan Secara Resmi Oleh Pemerintah Brasil

SELASA, 14 APRIL 2020 | 17:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Angka infeksi virus corona baru di Brasil saat ini kemungkinan jauh lebih kecil dari yang seharusnya. Di mana kemungkinan Brasil memiliki 12 kali jumlah infeksi yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah.

Demikian hasil penelitian di sebuah konsorsium universitas dan institut Brasil yang dikenal sebagai Pusat Operasi dan Intelijen Kesehatan yang dirilis pada Senin (13/4).

Di mana para peneliti memeriksa rasio kasus yang mengakibatkan kematian hingga 10 April dan membandingkannya dengan data tingkat kematian yang diperkirakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Menurut penelitian tersebut, hanya 8 persen kasus Covid-19 yang resmi dilaporkan oleh pemerintah. Mengingat angka kematian di sana jauh lebih tinggi dari perkiraan sehingga ada lebih banyak kasus yang kemungkinan tidak terhitung.

"Pemerintah telah fokus pada pengujian kasus-kasus serius daripada semua kasus yang dicurigai. Pusat dan profesional medis juga mengeluhkan waktu tunggu yang lama untuk mendapatkan hasil tes," tulis para peneliti seperti dimuat SCMP.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Luiz Henrique Mandetta mengatakan, sulit untuk mendistribusikan tes di Brasil karena ukuran negara yang luas tetapi mengakui bahwa pengujian perlu ditingkatkan.

Secara resmi, menurut data Kementerian Kesehatan, angka kematian coronavirus Brasil naik menjadi 1.328 pada Senin, sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 23.430 kasus.

Sampai Kamis lalu (9/4), Brasil memiliki sekitar 127.000 kasus yang dicurigai dan telah melakukan kurang dari 63.000 tes. Seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan ada lebih dari 93.000 tes masih dalam proses.

“Tingkat pemberitahuan yang rendah dapat memberikan kesan yang salah tentang pengendalian penyakit, dan akibatnya, dapat menyebabkan penurunan ukuran penahanan,” kata pusat tersebut.

Sejauh ini, pusat tersebut telah akurat memprediksi evolusi virus di Brasil, khususnya untuk jumlah virus corona yang dikonfirmasi hingga 30 Maret.

Sementara itu, dari tahun ke tahun, jumlah rawat inap untuk gejala pernapasan parah di Brasil telah meningkat lebih dari tiga kali dari biasanya untuk tahun ini, tetapi hanya 12% dari mereka yang dikonfirmasi sebagai Covid-19.

Para peneliti saat ini memperkirakan bahwa pada 20 April jumlah kasus akan tumbuh menjadi 25.164 untuk skenario paling optimis dan 60.413 kasus untuk skenario paling pesimis.

Wabah virus corona sendiri telah memicu ketegangan di pemerintahan. Pasalnya Presiden Jair Bolsonaro yang selama ini menganggap enteng pandemik tersebut terus bersitegang dengan Menteri Kesehatan, Gubernur, dan pejabat lainnya untuk melakukan langkah pembatasan yang lebih ketat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya