Berita

Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menlu Retno Marsudi dan Menkes Terawan saat KTT ASEAN/Net

Dunia

Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Diprediksi Satu Persen, Jokowi Minta Empat Hal Ini

SELASA, 14 APRIL 2020 | 16:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joko Widodo telah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN untuk membahas Covid-19 yang diadakan secara virtual pada Selasa (14/4).

Dari Istana Kepresidenan Bogor, Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dalam cuitan di akun Twitternya, @jokowi, ia mengatakan prediksi pertumbuhan ekonomi ASEAN untuk tahun 2020 akan turun menjadi 1 persen dari asalnya 4,9 persen.


Untuk menghentikan dampak yang lebih buruk, Jokowi mengatakan, negara-negara ASEAN harus bekerja sama untuk empat hal penting.

"Pertama, memutus mata rantai penyebaran virus di masing-masing negara, di kawasan ASEAN, dan di perbatasan," ujar Jokowi.

Selanjutnya, negara-negara ASEAN juga harus mencegah adanya hambatan lalu lintas barang. Di mana ASEAN harus memiliki pengaturan bersama sebagai rujukan untuk menghindari melemahnya ekonomi kawasan.

"Pergerakan orang dibatasi, tapi pergerakan barang tidak boleh terhambat, utamanya bahan pokok, obat, dan alat kesehatan," imbuhnya.

Selain itu, semua negara ASEAN juga harus memiliki komitmen untuk melindungi warga ASEAN, termasuk para pekerja migran.

"Terakhir, terkait kerja sama dengan mitra ASEAN seperti Jepang, Korea dan Tiongkok, saya menyambut baik pembuatan ASEAN Covid-19 Response Fund untuk menghadapi situasi darurat saat ini," pungkas Jokowi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya