Berita

Ilustrasi pemakaman/Net

Dunia

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Argentina Siapkan Lahan Pemakaman

SELASA, 14 APRIL 2020 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Banyaknya korban yang berjatuhan selama pandemik Covid-19 membuat pemerintah Argentina kerepotan dalam hal pengurusan jenazah serta pemakamannya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kematian yang lebih parah lagi, pemerintah kota di Provinsi Cordoba, Argentina, siap-siap menggali sekitar 250 makam.

Bahkan ada rencana penambahan 250 makam lagi dengan melibatkan para penggali kubur di pemakaman San Vicente di pinggiran ibu kota provinsi tersebut


Sekretaris pers Organisasi Buruh dan Pekerja Kota Cordoba mengatakan ara pekerja itu akan menggali dua kali lipat dari biasa yang mereka kerjakan agar pekerjaan bisa segera selesai.
 
"Mereka menambah makam, dari yang biasanya lima atau enam lubang per hari menjadi lebih dari dua kali lipat," kata Dami¡n Bizzi, mengutip Reuters.

Angka kasus di Argentina saat ini mencapai 2.277 kasus, dengan angka kematian 98 orang, menurut laporan Worldometers, Selasa (14/4).

Sementara kasus terbanyak ada Cordoba, dengan 206 kasus positif Covid-19 serta lima kematina. Cordpba adalah kota terpadat kedua setelah Buenos Aires.

Sejak pertengahan Maret lalu, Argentina telah mengambil langkah karantina nasional dan menutup sejumlah perbatasan untuk memperlambat kenaikan kasus virus corona.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya