Berita

Lockdown/Net

Dunia

Di Balik Imbauan WHO Untuk Tidak Longgarkan Penguncian, Austria Tetap Buka Ribuan Toko

SELASA, 14 APRIL 2020 | 14:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ribuan toko di Austria dibuka kembali sebagai langkah pelonggaran penguncian untuk membendung penyebaran virus corona baru.

Dikatakan oleh Kanselir Sebastian Kurs dalam sebuah surat terbuka pada Sabtu (11/4) untuk membuka ribuan toko pada Selasa (14/4).

"Secara ekonomi juga, kami ingin keluar dari krisis ini secepat mungkin dan berjuang untuk setiap pekerjaan di Austria," ujarnya seperti dimuat Reuters.


Pekan lalu, Kurz menguraikan rencana untuk membuka kembali sektor ekonomi, yang dimulai dengan pembukaan toko hingga 400 meter persegi dan pusat taman.

Nantinya, pembukaan itu juga diiringi dengan pembukaan pusat perbelanjaan, toko-toko besar dan salon mulai 1 Mei. Sementara restoran dan hotel bisa mulai dibuka kembali pada pertengahan Mei.

Kendati begitum masih belum jelas batasan jumlah orang yang diizinkan masuk toko atau persyaratan seperti wajib masker apakah akan berlaku atau tidak.

"Saya hanya 100 persen yakin bahwa kami melakukan hal yang benar," ujarnya.

Sehari sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak agar negar-negara untuk berhati-hati dalam hal keputusan melonggarkan pembatasan. WHO mengatakan, pelonggaran hanya dapat menyebabkan kebangkitan wabah yang mematikan.

Desakan tersebut seiring dengan fenomena negara-negara Barat yang mulai melonggarkan pembatasan, termasuk Spanyol dan Denmark.

Hingga saat ini, Austria melaporkan jumlah infeksi sebanyak 14.041 kasus dengan 368 orang meninggal dunia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya