Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tekan Kasus Covid-19 Vietnam Koordinasi Dengan WHO, Lakukan Tes Kepada Yang Punya Keluhan Dan Karantina Ketat

SELASA, 14 APRIL 2020 | 10:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Sementara negara-negara lain tengah berjuang keras menangani wabah virus corona, Vietnam malah mencatatkan rekornya sebagai negara yang sukses atasi penyebaran virus ini.

Pemerintah Vietnam melaporkan telah melakukan tes kepada lebih dari 121.000 orang. Bahkan tes itu telah dilakukan saat kasus masih beberapa.

Saat ini angka kasus virus corona, menurut laporan Worldometers per Selasa (14/4), sebanyak 265, angka kesembuhan 144, dan angka kematian nol.


Langkah yang dilakukan pemerintah Vietnam, selain melakukan tes massal dan karantina, juga melarang kegiatan publik dan kerumuman sejak awal ditemukannya kasus.

Tindakan cepat pemerintah Vietnam mengundang pujian banyak pihak, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Vietnam merespons wabah ini secara dini dan proaktif. Latihan penilaian risiko pertama dilakukan pada awal Januari, segera setelah kasus-kasus di China mulai dilaporkan," kata Perwakilan WHO untuk Vietnam, Kidong Park.  

"Negara dengan cepat membentuk Komite Pengarah Nasional untuk Pencegahan dan Kontrol Covid-19 di bawah naungan wakil perdana menteri yang segera mengimplementasikan rencana respons nasional," tambah Park.

Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi, pun menyoroti penanganan yang dilakukan pemerintah Vietnam.

"Sejak awal itu mereka selalu in close coordination with WHO. WHO punya kantor juga di sini, jadi segala advice yang disampaikan WHO saya berpikir Vietnam langsung menerapkan, sehingga mereka mendapat pujian dari WHO," ujar Ibnu Hadi dalam wawancara yang ditayangkan Inews, Senin (13/4).

Ibnu Hadi pun mengapresiasi sikap masyarakat Vietnam yang memiliki kepatuhan tinggi terhadap aturan-aturan pemerintah saat penguncian. Sehingga mempercepat proses penekanan tingkat penularan.

Pemerintah juga melakukan rapid test kepada siapa saja orang yang memiliki keluhan.

"Misal dia ke dokter, dan begitu dokternya menyebut dia dicurigai, langsung dikirimi ke rumah sakit yang tes. Jadi tak ada khusus satu daerah yang diadakan tes."

Begitu juga masker pelindung. Pemerintah menetakan aturan wajib menggunakan masker saat keluar rumah.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya