Berita

Bandara Dubai/Net

Dunia

Aturan Lockdown, 19 Orang India tertahan Di Bandara Dubai Selama Tiga Minggu

SELASA, 14 APRIL 2020 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 19 orang India terpaksa menginap selama sekitar tiga minggu di Bandara Internasional Dubai.

Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan karena tiba-tiba India menghentikan penerbangan masuk untuk mencegah penyebaran virus Corona. Hingga kini, mereka tidak tahu kapan bisa pulang kembali ke India.

Sembilan belas orang penumpang asal India itu sebagian besar dari mereka sedang transit di Bandara Dubai ketika pemerintah India mengumumkan menghentian penerbangan masuk negara itu untuk mencegah penyebaran virus Corona, mengutip Gulfnews, Senin (13/4).


Otoritas kesehatan Dubai telah memeriksa kesembilan belas orang India itu. Pada 21 Maret 2020, mereka melakukan pemeriksaan Covid-19 dan hasilnya negatif.

Akhirnya para pemuda India yang sebelumnya menghabiskan waktu di bangku bandara dipindahkan ke Dubai International Airport Hotel pada 25 Maret 2020.

Walau pemerintah Dubai menjamin para pemuda India itu, mereka ingin segera pulang. Salah satu dari mereka malah mengeluh, mereka hanya makan tidur, makan tidur, walau menyenangkan tetapi ia benar-benar ingin pulang.

"Hari ini saya menemukan laporan berita yang mengharukan, yang mengatakan bahwa UEA telah menawarkan kepada orang-orang India yang terjebak di UEA untuk dipulangkan. Saya harap itu segera terjadi," katanya kemudian, setelah sekian kali ia mencoba menghubungi konsulat India.

Penumpang lainnya ada yang resah karena isteri di New Delhi sedang hamil.

"Dia membutuhkanku di sisinya. Sedikit lagi saya menghabiskan waktu satu bulan di bandara. Saya mulai kehilangan harapan," katanya.

Ia terbang ke Dubai dari Eropa dan akan melanjutkan penerbangan ke New Delhi. Namun, pada malam itu (18/03), dia tak diizinkan naik pesawat karena India memberlakukan larangan pada semua penumpang yang datang dari Eropa.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya