Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Kasus Terus Meroket, Putin Mulai Pertimbangkan Pengerahan Tentara Untuk Tangani Wabah

SELASA, 14 APRIL 2020 | 08:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Vladimir Putin mulai mempertimbangkan pengerahkan tentara untuk membantu mengatasi wabah virus corona baru, seiring dengan terus meningkatnya jumlah kasus baru di Rusia.

Per Senin (13/4), Rusia melaporkan adanya 2.558 kasus baru yang menjadikan jumlah keseluruhan menjadi 18.328 kasus. Sebanyak 18 orang meninggal dunia sehingga angka kematian menjadi 148.

Di antara jumlah kasus tersebut, Moskow adalah daerah yang paling parah dihantam corona. Pemerintah juga sudah memberlakukan kuncian di Moskow dan beberapa daerah lainnya guna menghentikan penyebaran virus.


Warga tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali untuk membeli makanan, ke rumah sakit, membuang sampah, dan pergi bekerja jika benar-benar penting.

Tinggi jumlah kasus membuat Putin sedikit kesal dengan penanganan wabah di beberapa daerah yang tidak segera menerapkan kuncian.

"Cadangan ini (waktu) tidak boleh dihabiskan tanpa berpikir, itu harus digunakan dengan cara yang paling efisien," kata Putin kepada para pejabat seperti dimuat Reuters.

"Kita memiliki banyak masalah, kita tidak punya apa-apa terutama  untuk dibanggakan dan kita tidak boleh santai," sambungnya.

Untuk membantu meredakan krisis, Putin kemudian mendesak para pejabat untuk mempertimbangkan penggunaan pasukan tentara Rusia. Di mana beberapa pihaknya justru mengirim dokter dan peralatan medis ke Italia dan Serbia untuk membantu meredakan krisis di sana.

Tak ayal, langkah tersebut juga memicu kritikan publik terhadap Kremlin. Publik menyebut aksi tersebut hanya publisitas semata, dengan tidak memperhatikan kondisi dalam negeri.

"Anda perlu menggunakan pengalaman ini, tentu saja, dan ingat bahwa semua opsi ini, termasuk opsi dari kementerian pertahanan, jika diperlukan, dapat dan harus dilibatkan di sini," kata Putin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya