Berita

Pantai Phuket Thailand/Net

Dunia

Angka Kasus Covid-19 Tertinggi Di Thailand, Phuket Berubah Jadi Wilayah Yang Sangat Senyap

SELASA, 14 APRIL 2020 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah memberlakukan penguncian wilayah terhadap Phuket pada Senin (13/4) untuk meredam penyebaran virus corona. Penguncian akan berlangsung hingga 26 April 2020, tetapi bisa saja berubah tergantung situasi yang berkembang.

Phuket menjadi provinsi pertama di Thailand yang diberlakukan status penguncian. Warga di wilayah yang meliputi 17 distrik itu harus menuruti aturan pembatasan pergerakan orang dan kendaraan, kecuali bagi pekerja logistik dan tenaga medis.

Namun, sebelum diberlakukan penguncian (lockdown), Phuket telah sangat sepi. Kesunyian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika Phuket diterjang tsunami beberapa waktu lalu, kesunyian tidak seperti saat ini.


Bandara Phuket telah ditutup lebih dulu dan direncanakan dibuka kembali pada 30 April. Penutupan Bandara Phuket berlaku untuk penumpang, kecuali untuk tenaga medis dan kebutuhan pangan, melansir CNN, Senin (13/4).

Sebanyak 88.000 hotel di Phuket pun harus tutup mengikuti anjuran pemerintah. Bar, toko, dan restoran, semua juga harus tutup. Pemberlakuan jam malam telah dimulai sejak 7 April lalu.

Phuket yang sibuk dan macet telah berubah. Semua senyap.

Phuket menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi di antara 77 provinsi di Thailand.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya