Berita

Dr Anthony Fauci dan Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Kerap Beda Pendapat, Trump Seakan Buat "Ancaman" Untuk Pecat Dr Anthony Fauci

SENIN, 13 APRIL 2020 | 15:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump seakan memberikan "ancaman" untuk memecat dokter penyakit kenamaan, Dr Anthony Fauci.

Itu karena pada Minggu (12/4), Trump me-retweet cuitan untuk memecat Fauci dalam akun Twitternya. Cuitan tersebut ditulis dan diunggah oleh politisi Partai Republik, DeAnna Lorraine.

"Fauci sekarang mengatakan bahwa jika Trump mendengarkan para ahli medis sebelumnya, dia bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa. Fauci pada 29 Februari memberi tahu orang-orang bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan," cuit Lorraine.


Dimuat Business Insider, cuitan tersebut juga dibubuhkan tagar berbunyi "Saatnya untuk #FireFauci."
Fauci sendiri adalah Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakir Menular AS sejak 1984. Ia juga merupakan salah satu pakar dari gugur tugas wabah Covid-19 di AS.

Ia merupakan penasihat kesehatan pemerintah AS dalam enam administrasi kepresidenan. Di mana ia telah membantu mengatasi epidemi AIDS, Zika, dan Ebola.

Dalam beberapa hal, Trump dan Fauci sempat berbeda pandangan, termasuk dalam hal pembatasan pergerakan hingga obat untuk pasien Covid-19.

Kendati begitu, tidak jelas apa maksud dari retweet Trump tersebut. Tetapi, lima hari yang lalu, Trump juga menyingkirkan pejabat sementara di Departemen Pertahanan, Glenn Fine.

Sebelum itu, pada 3 April, Trump juga memecat Michael Atkinson yang merupakan inspektur jenderal komunitas intelijen yang menuding Trump meminta campur tangan asing untuk pemilihan umum 2020.

Sudah sekitar dua bulan sejak kasus pertama AS, dan 22.023 oranng telah meninggal karena virus dan 555.398 orang telah terinfeksi. Data tersebut diambil dari Universitas Johns Hopkins.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya