Berita

Panic buying/Net

Dunia

Setelah Tisu Toilet, Orang Amerika Sekarang Serbu Pencukur Jenggot Hingga Pewarna Rambut

SENIN, 13 APRIL 2020 | 11:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pola kebiasaan membeli orang Amerika telah bergeser seiring dengan pemberlakuan social distancing.

Pada pekan-pekan awal diberlakukannya social distancing hingga karantina mandiri, panic buying terjadi di supermarket-supermarket. Pada saat itu, yang diburu adalah tisu toilet, hand sanitizer, sabun, dan peralatan kebersihan lainnya.

Saat ini, berpekan-pekan setelah orang-orang tinggal di rumah, kebutuhan mulai bergeser.


Dikatakan oleh CEO Walmart, Doug McMillon di NBC's Today pada Jumat (10/4), fokus orang-orang mulai bergeser.

"Orang-orang mulai butuh untuk potong rambut sehingga anda mulai melihat lebih banyak pemangkas jenggot dan pewarna rambut dan hal-hal seperti itu," katanya.

"Sangat menarik untuk menonton permainan dinamis," sambung McMillon seperti dikutip SCMP, Senin (13/4).

Tutupnya salon hingga pemangkas rambut untuk menghentikan penyebaran virus corona baru membuat orang Amerika tidak memotong rambutnya.

Selain barang-barang tersebut, produk-produk seperi permainan teka teki dan hiburan lainnya juga ikut diserbu, kata McMillon.

Berdasarkan laporan yang memonitor perilaku konsumen sejak wabah dimulai. Pada awal Maret, orang panik mengosongkan rak tisu toilet. Namun dua pekan kemudian, orang Amerika mengubah waktu luangnya untuk memasak dan membuat kue.

Pergeseran dari kebutuhan sanitasi ke persediaan perawatan hanyalah salah satu aspek dari bagaimana pandemik virus corona baru mengubah sikap konsumen, dan bagian dari apa yang diprediksi para ahli bisa menjadi perubahan permanen ke dunia ritel.

Data dari Universitas Johns Hopkins  pada Senin menunjukkan, jumlah infeksi di AS sudah mencapai 555.398 kasus dengan 22.108 orang meninggal dunia dan 41.831 orang dinyatakan pulih.

Selain itu, data tersebut juga menunjukkan, sebanyak hampir 3 juta orang Amerika telah dites untuk Covid-19.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya