Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Pesan Paskah, Paus Fransiskus: Jangan Biarkan Keegoisan Muncul, Uni Eropa Harus Bersatu

SENIN, 13 APRIL 2020 | 11:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Paus Fransiskus memperingatkan umat manusia agar jangan membiarkan "keegoisan" dan "persaingan lama" muncul kembali. Ia juga mendesak agar Uni Eropa menunjukkan solidaritasnya di tengah pandemik Covid-19.

Itu disampaikan Paus dalam Urbi et Orbinya di Basilika Santo Petrus yang sepi di Roma, pada Minggu Paskah (12/4).

"Dalam minggu-minggu ini, kehidupan jutaan orang tiba-tiba berubah. Bagi banyak orang, tetap di rumah merupakan kesempatan untuk berefleksi, menarik diri dari kesibukan hidup, tinggal bersama orang-orang terkasih dan menikmati kebersamaan mereka," ujarnya.


"Namun, bagi banyak orang, ini juga saat yang mengkhawatirkan akan masa depan yang tidak pasti, tentang pekerjaan yang berisiko dan tentang konsekuensi lain dari krisis saat ini," tambahnya seperti dimuat The Guardian.

Untuk menghadapi tantangan besar ini, Paus mengatakan, dirinya telah meminta agar para pemimpin politik bekerja sama untuk kebaikan.

Pernyataan Paus sendiri merujuk pada para pemimpin Uni Eropa yang selama ini dikritik karena kurang solid dalam hal penanganan wabah, utamanya karena tidak adanya koordinasi dalam hal merespons dampak ekonomi.

"Di antara banyak wilayah di dunia yang terkena virus corona, saya pikir secara khusus di Eropa," ujar Paus.

“Setelah perang dunia kedua, benua tercinta ini dapat bangkit kembali, berkat semangat solidaritas konkret yang memungkinkannya untuk mengatasi persaingan masa lalu. Lebih mendesak daripada sebelumnya, terutama dalam situasi saat ini, bahwa persaingan ini tidak mendapatkan kembali kekuatan, tetapi semua mengakui diri mereka sebagai bagian dari satu keluarga dan saling mendukung," tuturnya.

Paus mengatakan, jangan sampai keegoisan akan kepentingan tertentu dan godaan kembali ke masa lalu merusak perdamaian Eropa.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, Paus menyampaikan pesan Paskahnya di basilika yang kosong. Di mana pada tahun lalu, sekitar 70 ribu orang hadir untuk mendengarkan pesan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya