Berita

Garis perbatasan India dan Pakistan/Net

Dunia

Di Tengah Wabah, India Dan Pakistan Kembali Terlibat Baku Tembak Di Garis Perbatasan

SENIN, 13 APRIL 2020 | 10:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah wabah virus corona baru, India dan Pakistan kembali berseteru di garis perbatasan.

Di Line of COntrol (LoC), India dan Pakistan memulai awal pekan dengan baku tembak artileri lintas-perbatasan pada Minggu malam (12/4).

Menurut perwira polisi India, Shri Ram Ambarkar, sebanyak tiga warga sipil terbunuh dalam insiden tersebut. Termasuk seorang wanita dan seorang anak yang terbunuh ketika peluru tentara Pakistan mengenai rumah-rumah di daerah Kupwara, Kashmir yang dikuasai India.


Ambarkar juga mengatakan, banyak orang yang kemungkinan terluka sehingga operasi penyelamatan dilakukan setelah penembakkan, seperti dikutip Sputnik.

Dalam beberapa hari terakhir, India dan Pakistan memang terlibat dalam baku tembak setelah pembunuhan tentara India di dekat LoC.

Menurut militer Pakistan, mereka hanya merespons pelanggaran gencatan senjata tanpa alasan oleh pihak India. Sementara India, mengeluarkan pernyataan untuk mengatakan bahwa tentaranya merespons pelanggaran gencatan senjata Pakistan.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat pada Agustus 2019 setelah New Delhi mencabut status khusus Jammu dan Kashmir, tindakan yang dianggap oleh Islamabad sebagai pelanggaran terhadap perjanjian bilateral yang sudah ada sebelumnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya