Berita

Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu/Net

Dunia

Bersalah Karena Kekacauan Jam Malam, Mendagri Turki Mengundurkan Diri Namun Ditolak Erdogan

SENIN, 13 APRIL 2020 | 08:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menolak pengunduran diri dari Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu pada Minggu (12/4).

Pengunduran diri Soylu bermula pada kekacauan penerapan jam malam selama 48 jam yang diberlakukan pada Jumat (10/4).

Pengumuman yang jam malam yang disampaikan pada pukul 22.00 waktu setempat itu membuat jutaan orang melakukan panic buying. Di mana kerumunan hingga antrian terjadi di mana-mana.


Jam malam yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus justru membuat orang berkumpul tanpa mengindahkan social distancing.

Merasa bersalah atas insiden tersebut, Soylu kemudian mengumumkan pengunduran dirinya yang memicu kritikan dari berbagai pihak.

"Insiden yang terjadi menjelang penerapan jam malam tidak sesuai dengan manajemen wabah yang seharusnya," cuit Soylu dalam Twitternya seperti dimuat Reuters.

Menanggapi pengunduran diri Soylu, Erdogan menilai hal itu tidak pantas. Erdogan kemudian memerintahkan Soylu untuk melanjutkan jabatannya.

Partai oposisi, Republik Rakyat (CHP) pun ikut mengkritik keputusan penguncian yang dianggap kurang perencanaan.

"Keputusan yang perlu diambil untuk kesehatan masyarakat menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat karena kurangnya perencanaan," ujar jurubicara CHP, Faik Oztrak.

Jam malam sendiri berlaku di 31 provinsi di seluruh Turki, termasuk kota besar dan pusat ekonomi, Istanbul.

Keputusan itu dibuat seiring dengan meningkatnya jumlah infeksi di Turki yang saat ini sudah mencapai 56.956 kasus dengan 1.198 orang meninggal dunia dan 3.446 orang dinyatakan pulih.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya