Berita

Salah Satu Rumah Mewah Di Perancis/Net

Dunia

Sekelompok Miliuner Gagal Lakukan Pertemuan Bisnis Dan Liburan Mewah Gara-gara Dihadang Kepolisian Perancis Dan Disuruh Pulang

SENIN, 13 APRIL 2020 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perancis memberlakukan masa lockdown hingga 15 April 2020. Selama masa penguncian itu, aturan-aturan ketat diterapkan.

Aturan itu termasuk pelarangan perjalanan keluar masuk kota, termasuk liburan, demi mencegah penyebaran virus corona di seluruh dunia.

Sekelompok miliuner di Perancis kedapatan akan melakukan liburan mewah. Mereka dihadang pihak kepolisian dalam perjalanan dari Bandara Marseille Provence.


Melansir Daily Mail, Minggu (12/4), para pengusaha yang terbagi dalam tiga kelompok kecil beserta pengawalnya, mendarat di Bandara Marseille-Provence pada Sabtu kemarin.

Rencananya mereka akan berganti dengan helikopter menuju sebuah vila mewah seharga 60 juta Poundsterling atau setara dengan Rp 1,1 triliun.

Namun, pesawat jet pribadi yang ditumpangi kelompok itu tertahan di tempat parkir pesawat/apron Bandara Marseille-Provence.

Para polisi sudah berjaga-jaga di sekitar bandara di sisi bangunan keamanan sehingga seluruh penumpang pesawat tak bisa keluar.

Polisi menahan kelompok itu selama tiga jam di bandara dan meminta mereka putar balik, kembali pulang.  

Mereka berusaha bernegosiasi, karena mereka sudah terbang jauh dari Bandara Farnborough, Hampshire, Inggris.

Perjalanan ini bukan sekadar liburan tetapi ada kesepakatan bisnis yang melibatkan perekonomian negara dan kesempatan untuk 994 lowongan pekerjaan.

Mereka juga berusaha meyakinkan aparat bahwa mereka terbagi dalam tiga kelompok kecil dan telah menjalankan aturan-aturan itu.

Negosiasi tidak didengar, kepolisian tetap meminta mereka kembali pulang ke Inggris.

Para miliuner itu kecewa. Mereka telah memesan villa mewah itu dengan  sewa per malam mencapai 50 ribu Pound atau setara dengan Rp 983 juta.

"Masalahnya adalah pengabaian kebodohan selama masa Covid-19. Ini bukanlah liburan di Perancis, tetapi proyek besar dan investasi di Perancis," ujar salah satu dari mereka dengan kesal.

"Namun, kini dan untuk masa depan sudah hilang begitu saja," kata pebisnis itu.

Mereka terdiri dari miliuner asal kroasia yang tinggal di Inggris, beberapa miliarder lain berasal dari Jerman, Perancis, Romania, dan Ukraina.

Salah satu dari tiga pesawat itu memulangkan mereka ke Jerman

Beruntungnya, mereka tak didenda karena secara teknis belum menginjakkan kaki di Perancis yang sedang memberlakukan lockdown.

Perancis menerapkan denda bagi pelanggar aturan lockdown. Denda pun bervarias, mulai 135 euro (Rp 2,4 juta), 3.700 euro (Rp 66,8 juta), hingga penjara selama enam bulan jika pelanggarannya berkurang.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya