Berita

Paus Fransiskus Kotbah Paskah/Net

Dunia

Paus: Ringankan Sanksi Ekonomi Dan Hapus Utang Negera Miskin

SENIN, 13 APRIL 2020 | 06:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pada perayaan Paskah tahun ini, Paus Fransiskus menyelipkan soal sulitnya perekonomian negara-negara miskin dalam kotbah yang disampaikan lewat video dari Katedral Santo Paulus.

Ditemani beberapa pemuka agama serta paduan suara yang terdiri dari hanya beberapa orang, perayaan Paskah di Vatikan terasa sangat sederhana, sunyi, tetapi begitu khusu.

Pemimpin Gereja Katolik Roma itu menyapa sekitar 1,3 miliar umat Katholik di seluruh dunia pada Minggu (12/4).


Paus prihatin karena perayaan Paskah tahun ini harus berjibaku dengan wabah virus corona, di mana wabah ini menimbulkan banyak penderitaan.

Bukan saja penderitaan fisik tetapi juga ekonomi yang mencekik.

"Bagi banyak orang, ini adalah hari Paskah yang sunyi di tengah kesedihan dan kesulitan yang disebabkan pandemik. Dari penderitaan fisik hingga kesulitan ekonomi," kata Paus Fransiskus, melansir AFP, Minggu (1/4).

Pada saat memprihatinkan seperti ini, Paus mendesak para pemimpin dunia untuk mengenyampingkan pertarungan politik. Paus juga tidak setuju adanya kekuatan militer yang dikerahkan untuk penanganan wabah ini.

Ia mendoakan agar para pemimpin dunia berani mendukung seruan gencatan senjata global.

"Ini bukan waktunya untuk berpecah-belah," tegasnya.

Dalam keadaan susah akibat dampak Covid-19, Paus berharap agar sanksi ekonomi yang mencekik pihak lawan diringankan. Saat ini bukan waktunya lagi memikirkan kepentingan pribadi dan golongan. Rakyat sudah menderita, jangan lagi diberi penderitaan, kata Paus tanpa menyebutkan negara mana, tetapi orang-orang berpikir tentang Iran yang dimaksud Paus.

Saat ini Iran tengah menghadapi sanksi berat dari Amerika Serikat, sekaligus harus menghadapi dampak wabah virus corona yang parah.

"Mengingat kondisi saat ini, semoga sanksi internasional dilonggarkan, karena ini membuat sulit negara-negara yang menjadi target, sehingga bisa memberikan dukungan memadai kepada warga negara di sana," harap Paus.

Negara-negara miskin juga patut dibantu dengan pengurangan utang.
Malah, jika memungkinkan, mestinya ada penghapusan utang.

Di akhir kotbah, Paus mendoakan korban meninggal maupun mereka yang masih menderita karena virus corona. Dalam doanya, Paus Fransiskus memikirkan mereka yang masih tertular, keluarga korban meninggal, yang tidak sempat memberikan penghormatan terakhir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya