Berita

India/Net

Dunia

Asia Selatan Dalam Pusaran Dampak Corona, Bank Dunia: Terburuk Dalam 40 Tahun Terakhir

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Asia Selatan menjadi wilayah dengan dampak pandemik yang cukup buruk di dunia. Bahkan ekonomi wilayah itu menjadi yang terburuk dalam 40 tahun terakhir.

Demikian laporan dari Bank Dunia pada Minggu (12/4) terhadap wilayah yang memiliki penduduk sekitar 1,8 miliar orang dan memiliki beberapa kota paling padat di planet ini.

Laporan tersebut menunjukkan, meski negara-negara Asia Selatan seperti India, Bangladesh, Pakistan, Afganistan, dan negara-negara kecil lainnya sejauh ini melaporkan kasus yang relatif sedikit, namun efek ekonomi sudah sangat terasa.


Dengan pembatasan pergerakan hingga penguncian, sebagian besar aktivitas ekonomi hingga pariwisata yang menjadi pusat roda ekonomi negara-negara Asia Selatan tutup.

"Asia Selatan mendapati dirinya dalam badai efek samping yang sempurna. Turisme telah mengering, rantai pasokan telah terganggu, permintaan garmen telah anjlok dan sentimen konsumen serta investor semakin memburuk," tulis laporan tersebut seperti dimuat Asia Times.

Dengan kondisi tersebut, Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Asia Selatan untuk tahun ini menjadi 1,8 hingga 2,8 persen dari proyeksi pra pandemik yang seharusnya 6,3 persen.

Laporan tersebut juga memprediksi setidaknya setengah dari negara Asia Selatan akan jatuh pada resesi mendalam.

Di mana Maladewa yang paling merasakan pukulan paling keras. Menurut laporan tersebut, pariwisata Maladewa jatuh hingga mengakibatkan PDB negara tersebut anjlok hingga 13 persen. Sementara Afganistan bisa turun hingga 5,9 persen dan Pakistan hingga 2,2 persen.

Untuk India, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi terjadi hanya 1,5 hingga 2,8 persen dari 4,8 hingga 5 persen.

Dengan begitu, laporan tersebut juga menyebutkan, ketimpangan ekonomi di wilayah tersebut juga akan semakin tinggi dengan sistem kesehatan yang lemah.

"Pemerintah perlu"meningkatkan tindakan untuk mengekang darurat kesehatan, melindungi rakyat mereka, terutama yang paling miskin dan paling rentan, dan mengatur panggung sekarang untuk pemulihan ekonomi yang cepat," kata Bank Dunia.

Dalam jangka pendek, negara harus mempersiapkan sistem perawatan kesehatan bagi yang lemah, menyediakan jaring pengaman dan mengamankan akses ke makanan, pasokan medis, dan kebutuhan untuk yang paling rentan.

Bank Dunia juga merekomendasikan program kerja sementara untuk pekerja migran, pengurangan hutang untuk bisnis dan individu, serta memotong birokrasi pada impor dan ekspor barang-barang penting.

Jika krisis selesai, negara harus segera mengejar "kebijakan inovatif" dan memulai ekonomi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya