Berita

Presiden Iran, Hassan Rouhani/Net

Dunia

Buka Kembali Sektor Bisnis, Presiden Hassan Rouhani: Tidak Ada Cara Lain

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 12:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran mulai mengizinkan bisnis kecil di luar Teheran untuk dibuka kembali agar roda perekonomian negeri Persia tersebut tidak macet.

Per Sabtu (11/4), pemerintah mulai melonggarkan tindakan penguncian seiring dengan dibuka kembalinya bisnis berisio rendah.

Meski dikritik oleh para pakar kesehatan, namun Presiden Hassan Rouhani mengatakan tidak ada cara lain bagi Iran.


"Tidak ada cara lain," ujar Rouhani seperti dimuat CGTN.

"Kami ingin melanjutkan kegiatan ekonomi sebanyak mungkin sambil memerangi virus corona pada saat yang sama," sambungnya.

Lebih lanjut, Rouhani mengatakan, kegiatan ekonomi yang mulai dilakukan jika tidak akan mengabaikan protokol kesehatan.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF) ekonomi Iran mengalami kontrasi sebesar 4,8 hingga 9,5 persen dalam dua tahun terakhir.

Bahkan, Iran juga dilanda kenaikan inflasi dan penurunan tajam nilai mata uang selama dua bulan terakhir.

Guna memerangi wabah virus corona, Iran juga telah mengajukan pinjaman dana kepada IMF sebesar 5 miliar dolar AS. Namun, Amerika Serikat berusaha untuk memblokir permintaan pinjaman tersebut dengan alasan dana itu kemungkinan akan digunakan untuk kelompok teroris di Timur Tengah.

Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins pada Minggu (12/4), Iran memiliki jumlah kasus sebanyak 70.029 dengan 4.357 orang meninggal dunia dan  41.947 orang dinyatakan sembuh.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya