Berita

Sheikh Mujibur Rahman/Net

Dunia

25 Tahun Buron, Pembunuh Perdana Menteri Pertama Bangladesh Dieksekusi

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 11:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Bangladesh mengeksekusi seorang kapten militer yang buron selama hampir 25 tahun karena membunuh "founding father", Sheikh Mujibur Rahman.

Abdul Mujed merupakan pensiunan kapten yang meninggal dengan hukuman gantung diri pada Minggu (12/4) pukul 12.01 waktu setempat.

Menurut Inspektur Jenderal Penjara, Brigjen AKM Mustafa Kamal Pasha dalam konferensi pers, jenazah Mujed akan diserahkan dan dimakamkan oleh anggota keluarganya.


Mujed yang berusia 72 tahun merupakan salah seorang dari 12 tersangka pembunuhan Rahman yang merupakan pendiri sekaligus perdana menteri pertama Bangladesh.

Rahman meninggal bersama dengan sebagian besar anggota keluarganya dalam kudeta pada 15 Agustus 1975, seperti dimuat AFP.

Pada 1998, Majed telah divonis in absentia dan pada 2009, Mahkamah Agung memvonis hukuman mati untuknya dan 11 orang lainnya.

Pada 2001, satu orang meninggal dunia di Zimbabwe. Pada 2010, lima orang telah digantung diri, sementara 5 orang lainnya dilaporkan masih buron.

Majed diyakini melarikan diri ke India pada 1996 dan kembali ke Bangladesh pada bulan lalu. Ia ditangkap pada Selasa pagi (7/3) oleh polisi anti-teror saat ia naik beca ke ibukota.

Eksekusi Majed sendiri bertepatan dengan ulang tahun ke-100 dari Rahman.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya