Berita

Ambulans membawa pasien Covid-19/Net

Dunia

Kabar Baik, Prancis Laporkan Penurunan Angka Kematian Dan Pasien Dengan Perawatan Intensif

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 06:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Prancis melaporkan perkembangan baik dalam hal penanganan wabah virus corona.

Sabtu (11/4), Direktur Jenderal Kesehatan Prancis, Jerome Salomon melaporkan angka kematian baru dalam 24 jam terakhir lebih sedikit di bandingkan sebelumnya.

Sebanyak 353 orang dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit dan 290 orang meninggal dunia di panti jompo.


Ini membuat angka kematian di rumah sakit mencapai 8.943, sedangkan di panti jompo sebanyak 4.889 orang meninggal dunia. Secara keseluruhan, angka kematian akibat virus corona di Prancis sudah mencapai 13.832 nyawa.

Sementara itu, jumlah pasien dalam perawatan intensif juga berkurang 121 orang menjadi 6.883 pasien.

Pasien pengidap Covid-19 yang di rawat di rumah sakit saat ini pun menjadi 67.312 orang.

Dilansir AA, sejauh ini, sebanyak 26.391 orang telah dinyatakan pulih dan kembali ke rumahnya masing-masing.

Kendati begitu, Salomon tetap mendesak warga Prancis untuk menahan diri, selalu menjaga jarak, mencuci tangan, dan tinggal di rumah untuk menghentikan penyebaran virus.

"Waktunya tidak tepat untuk penguncian, tetapi hormati aturan penguncian, buat penghalang, gerakan jaga jarak fisik dan sosial," katanya.

Dengan masih banyak kasus, Presiden Emmanuel Macron yang akan berpidato pada Senin (13/4) diperkirakan akan membahas perpanjangan penguncian yang dijadwalkan berakhir pada 15 April.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya