Berita

Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus/Net

Dunia

WHO Ingatkan Setiap Negara Agar Berhati-hati Saat Putuskan Mencabut Status Karantina Atau Pembatasan

SABTU, 11 APRIL 2020 | 10:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan kepada negara-negara yang akan mencabut aturan atau pembatasan.

Pelonggaran atau pencabutan pembatasan bisa menyebabkan penyebaran virus corona bangkit lagi dan semakin mengkhawatirkan.

Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus saat jumpa pers mengatakan, "Pencabutan pembatasan dapat menyebabkan kebangkitan yang mematikan."


Ia mencontohkan 'perlambatan yang menggembirakan' dari epidemi di sejumlah negara Eropa, seperti Italia, Jerman, Spanyol dan Prancis. Namun, di saat bersamaan tetapi terjadi pula 'akselerasi yang mengkhawatirkan' di negara lain termasuk transmisi komunitas di 16 negara Afrika, melansir Reuters, Jumat (10/4).

China telah melakukan pencabutan lockdown. Status karantina di wilayah itu telah dicabut pada beberapa pekan lalu, tetapi kemudian kasus baru pun bermunculan.

Melihat apa yang terjadi pada China, beberapa negara akhirnya memperpanjang status karantinanya.

Inggris, misalnya. Wali Kota London Shadiq Khan termasuk pihak yang tak akan mencabut status karantina wilayah London karena dia memperkirakan bahwa corona di London masih akan memuncak penyebarannya  dalam waktu beberapa hari lagi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya