Berita

Polisi Myanmar/Net

Dunia

Wartawan Myanmar Yang Ditangkap Atas Tuduhan UU Terorisme, Akhirnya Dibebaskan

SABTU, 11 APRIL 2020 | 09:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin Redaksi Voice of Myanmar akhirnya dibebaskan setelah ditangkap oleh kepolisian Mandalay pada Kamis lalu. Nay Myo Lin ditangkap atas tuduhan terkait terorisme.

Sebelumnya, wartawan ini menerbitkan hasil wawancaranya pada 27 Maret lalu bersama juru bicara kelompok pemberontak Angkatan Darat Arakan yang sedang melancarkan perang di wilayah Rakhine barat yang dilanda konflik.

May Myo Lin dibebaskan pada hari Kamis dan mengatakan bahwa polisi tidak akan menuntut kasus tersebut di bawah Undang-Undang Terorisme, tetapi ia telah diminta untuk menandatangani perjanjian yang berjanji untuk bekerja sama dengan pertanyaan lebih lanjut dan telah melakukannya, melansir Reuters, Jumat (10/4).


Polisi Mandalay sampai saat ini menolak mengomentari pembebasan Lin.

Pemerintah menyatakan AA sebagai kelompok teroris setelah lebih dari setahun berjuang keras melawan organisasi itu, yang merekrut dari mayoritas etnis Rakhine yang mayoritas beragama Budha dan mencari otonomi yang lebih besar untuk kawasan itu.

Sejauh ini, tentara Myanmar telah mengajukan beberapa kasus terhadap wartawan dan organisasi berita yang meliput konflik di Rakhine, di mana sekitar 730.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari penumpasan militer pada 2017.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya