Berita

Jaya Suprana/Istimewa

Jaya Suprana

Melindungi Rahasia Negara

KAMIS, 12 MARET 2020 | 18:37 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENURUT aktivis pro demokrasi, Addhie M. Massardi, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi tidak melakukan blunder. Agama musuh Pancasila adalah rumusan besarnya BPIP sebagai lembaga yang berada di bawah presiden dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

"Dia orang berpendidikan, tentu tidak akan bodoh atau ceroboh dalam berbicara. Jadi itu bukan blunder," kata Adhie M. Massardi kepada KATTA, Kamis (13/2/2020).

Taat Azas


Terlebih menurut Adhie, pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan salah satu media di mana Yudian sudah tentu mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk bahan-bahan terkait isu yang dibahas. Yudian juga tahu apa yang disampaikannya akan dipublikasikan.

Adhie yang juga Jurubicara Presiden era Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menilai, Yudian juga tidak sedang membuat drama untuk menutupi kasus dugaan mega korupsi Jiwasraya dan Asabri, atau persoalan-persoalan besar lainnya yang secara langsung menghujam jantung kekuasaan.

"Skandal korupsi Jiwasraya misalnya, itu tidak bisa ditutupi. Kasusnya akan tetap jadi sorotan karena akan terus berproses. Secara politik terus berproses di DPR dan secara hukum terus bergulir di Kejaksaan Agung. Ekonomi juga terus berproses" ucapnya.

Taat Azas

Adhie meyakini "Sebagai orang baru di lingkaran presiden dia pasti taat azas. Dan sebelum diangkat menjadi kepala BPIP sudah pasti dia bertukar pikiran soal gagasan tentang Pancasila dengan presiden. Jadi memang pernyataan dia bahwa agama musuh terbesar Pancasila sangat serius dan bukan hal sepele". Karena serius, ketua umum Perkumpulan Swing Voters ini khawatir tatanan kehidupan keagamaaan kita berubah setelah Yudian melontarkan pernyataan tersebut. Sebab, BPIP yang dipimpin Yudian memiliki tugas maha penting dan strategis.

Merujuk Perpres 7/2018, BPIP adalah lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. Juga melaksanakan penyusunan standarisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya.

Rahasia Negara

Saya mengenal Mas Adhie sejak beliau berperan sebagai jurubicara Presiden Gus Dur meski mas Adhie tidak banyak berbicara akibat Gus Dur lebih banyak bicara sendiri ketimbang jubirnya. Dari tulisan-tulisan kolom Adhie Massardi, saya menyimpulkan bahwa saudara kandung Norca dan Yudistira Massardi ini memiliki kesaktian mengungkap pemikiran secara jernih tetapi atau justru tajam. Menurut saya, beliau tergolong kritikus sosio-politik di gugus terdepan Indonesia jaman now.

Namun di sisi lain sebagai warga Indonesia, saya wajib ikut melindungi rahasia negara. Maka sebelum gegabah menuduh Mas Adhie membocorkan rahasia negara,  adalah lebih bijak terlebih dahulu secara lebih cermat saya menelaah undang-undang tentang perlindungan rahasia negara. Telaah hukum secara lebih seksama itu mutlak penting agar saya dapat bersikap lebih arif dalam menyimpulkan apakah Adhie M. Massardie melakukan pembocoran rahasia negara atau tidak.

Penulis adalah warga Indonesia yang wajib ikut melindungi rahasia negara

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya