Berita

KH. Faiz Syukron Makmun/Net

Politik

IKANU Mesir: Pemerintah Belum Sepenuhnya Siap Hadapi Corona

Gelar Rakernas 7-8 Maret
JUMAT, 06 MARET 2020 | 09:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Alumni Nahdlatul Ulama (IKANU) Mesir pada 7-8 Maret di Cirebon, Jawa Barat, akan menyoroti tiga isu utama.

Ketua IKANU Mesir KH. Faiz Syukron Makmun mengatakan Rakernas akan menyoroti mitigasi bencana dan peran tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat. Mitigasi bencana antara lain terkait dengan kesiapan pemerintah menghadapi wabah virus corona.

Menurut Gus Faiz sapaan akrabnya, pemerintah semestinya memegang peran sentral dan vital dalam menghadapi masuknya virus corona ke Indonesia. Dia menilai pemerintah belum sepenuhnya siap.


Munculnya panic buying, menurut Gus Faiz, salah satu indikator kuat ketidaksiapan pemerintah menciptakan ketenangan dan menekan rasa panik publik di masyarakat.

Belajar dari pengalaman Singapura, kata dia, kebutuhan utama masyarakat seperti masker dan hand sanitizer (cairan pencuci tangan) dipenuhi langsung oleh pemerintah setempat.

"Langkah ini sangat membantu dalam menekan kepanikan publik yang justru bisa kontraproduktif," ujar Gus Faiz, Jumat (6/3).

Begitu juga langkah tegas pemerintah Arab Saudi menutup kunjungan warga negara asing bisa dijadikan pertimbangan untuk menekan laju pandemi corona yang cukup pesat.

"Dalam kaidah Islam sebaiknya mengedepankan maslahat keselamatan jiwa ketimbang meraup devisa," tutur Gus Faiz.

Persoalan kedua yang dibahas dalam Rakernas yang akan dihadiri ratusan alumni aktivis NU Mesir dari berbagai daerah ini, adalah terkait dengan pemerataan keadilan ekonomi.

Dia menilai masih ada ketimpangan ekonomi. Jika Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per September 2019 sebesar 9,22 persen atau menyisakan 24,7 juta jiwa lagi, namun faktanya jurang antara si kaya dan si miskin masih sangat timpang.

Hanya segelintir warga Indonesia yang menguasi segala lini perekonomian di Tanah Air.

"Tentu ini yang kita sayangkan dan perlu kesadaran bersama agar jurang kesenjangan ini terkikis," papar dia.

Persoalan ketiga yang jadi sorotan dalam Rakernas bertemakan "Nahdliyin dan Tantangan Ekonomi 4.0" ini adalah penguatan Islam moderat sebagai identitas Islam Indonesia. Moderasi beragama tersebut sejatinya dapat diaplikasikan dalam berbagai lini kehidupan. Konsepsi moderasi Islam ini bisa mendasari sikap dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Sekjen IKANU, M Anis Mashduqi, menambahkan Rakernas digelar sebagai wujud tanggung jawab alumni NU yang pernah menempuh studi di Mesir menjawab berbagai persoalan umat dan bangsa.

Rakernas menjadi momentum untuk memperkuat peran para kader NU di tengah-tengah masyarakat. Peran tersebut dalam kancah lokal, nasional, dan internasional.

"Kami ingin Rakernas mengakselerasi kontribusi sekaligus mendistribusikan kerja nyata para alumni NU Mesir," kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Rakernas IKANU, Mukhlis Yusuf Arbi menyatakan berbagai kegiatan akan digelar selama Rakernas. Di antaranya adalah simposium nasional, sharing, dan ekspo karya para anggota IKANU.

Kegiatan pra acara juga digelar, antara lain focuss group discussion (FGD), dan silaturahim ke tokoh-tokoh NU. Kegiatan ini diharapkan memotivasi para alumni IKANU Mesir untuk mengambil peran utama dalam kaitan hubungan antara Institusi Al Azhar Mesir dan keluarga besar NU di Tanah Air.

"Saya rasa kesamaan ideologi dan pergerakan Al Azhar dengan NU bisa jadi pintu masuknya," demikian Mukhlis Yusuf Arbi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya