Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Sibuk Menolak Kenyataan: Kabinet Makin Ngawur...

KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 | 08:16 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

VAN MOOK bikin hoax, katanya Indonesia merdeka 19 Agustus ‘45. Diproklamirkan oleh Jepang.

Sukarno-Hatta, and Indonesian people ditiadakan. Sebab rezim kolonial benci banget sama pembela rakyat.

Belanda kalah mau balik lagi, sambil bikin agitasi, propaganda & hoax. Sehingga bumiputera penjilat putar balik fakta, bahwa di bawah rezim kolonial rakyat hidup makmur.


Dalam skala sekarang mereka mirip influencer/buzzers yang bakal diempanin 72 miliar rupiah dari APBN untuk redam (?) wabah Corona...

PKI & Hitler utamakan agitasi, propaganda, teror & hoax. Puter balik fakta buat nutupin ketidakmampuan.

Situasi sosial dibikin chaos & umat diprovokasi. Hitler kasih Pervitin buat pasukannya sehingga seperti robot.

Kebohongan yang diputar terus lama-lama jadi kebenaran. Pejabat Indonesia kini mengulang kebiasaan buruk, self denial alias menolak kenyataan, bahwa kondisi ekonomi semakin parah. Tanpa kemampuan inovasi & terobosan untuk turn-around. Padahal krisis bisa dihindari, tapi tidak dengan cara-cara lama.

Namun apa lacur, menteri-menteri di kabinet dan para pejabat umumnya sekarang makin ngawur, and out of reality:

Muhadjir sarankan orang kaya kawinin orang miskin buat atasi kemiskinan, Nadiem ngurusin bayar SPP pake Go-Pay, Sri Mulyani kini mau palak rakyat dengan cukai minuman berpemanis, Kepala BPIP sebut agama musuh terbesar Pancasila,  Menag-nya beberapa waktu lalu urus cingkrang-radikal-radikul, Yassona salah ketik, Cahyo wajibkan PNS ke ibukota baru kalau tidak silakan out, Airlangga mau kasih 72 miliar buat influencer/buzzers. Sedang yang lainnya mondar-mandir sibuk pidato.

Mereka seperti yakin dengan cara itu masalah Indonesia dapat diselesaikan.

Kabinet ngawur hanya buang waktu, anggaran &  harapan mayoritas rakyat yang ingin Indonesia lebih baik daripada sekedar melihat kebisingan, janji kosong, dan berbagai kemunduran  seperti banyak terjadi saat ini. 

Penulis adalah wartawan senior.
Van Mook, salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya