Berita

Dari kiri ke kanan: Mantan Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Dubes Iran Mohammad Azad/RMOL

Politik

HARI NASIONAL IRAN 2020

Dubes Azad Gambarkan Hubungan Baik Dengan Indonesia Lewat Pantun

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 | 22:53 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Hari Nasional Iran kali ini menjadi tidak biasa. Dutabesar Republik Islam Iran, Mohammad Azad menghiasai sambutannya dengan sejumlah pantun syarat makna.

Walhasil, acara yang dihelat di tempat tinggal Dubes Iran di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam (11/2) itu dipenuhi decak kagum dan tawa.

Peringatan Hari Nasional Iran yang menandakan kemenangan Revolusi Islam di Iran pada 1979 serta dimulainya era Republik Islam Iran itu dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Ketua DPR RI Arsul Sani dan Azis Syamsuddin, Utusan Khusus Presiden Alwi Shihab, serta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.


Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, juga hadir di antara tamu undangan, bersama puluhan dutabesar negara sahabat Iran.  

Tidak hanya membacakan pantun, beberapa bagian sambutan Dubes Azad juga disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik.

“Ada bunga mawar, ada bunga melati/Menebarkan aroma wangi di depan pintu/Silahkan terima salam pembuka dari kami/Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” Dubes Azad mengucapkan pantun pertamanya dengan fasih dalam bahasa Indonesia.

Selesai membacakan pantun itu, Dubes Azad mengatakan, Hari Nasional Iran tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan 70 tahun hubungan Indonesia dan Iran yang dimulai sejak 1950.

Namun begitu, hubungan kedua bangsa, sambungnya, berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan memiliki akar yang kuat pada budaya kedua bangsa.

Dia lantas membacakan satu pantun lagi, kali ini tentang persahabatan.

“Masukin bola harus ke gawang/Tapi siapa ya, yang mampu menggolkannya/Persahabatan tidak bias dibeli dengan uang/Karena persahabatan tak ternilai harganya,” ujarnya.

Dia juga mengatakan hubungan baik Indonesia dan Iran didasarkan pada sikap saling menghormati dan kerjasama pada level nasional, regional dan global.

“Republik Islam Iran dan Republik Indonesia adalah dua negara yang penting pada dua kawasan strategis dunia dimana keduanya memiliki potensi politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan yang luar biasa yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain,” sambungnya.

Hubungan baik itu dapat dilihat dari saling kunjungan pejabat-pejabat kedua negara. Misalnya, kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Iran pada tahun 2016 yang merupakan balasan dari kunjungan Presiden Iran, Dr. Hasan Rohani, pada tahun 2015.

Di bidang ekonomi, sambungnya, dari 12 putaran pertemuan Komisi Bersama di Bidang Perekonomian, kedua negara mampu mencatatkan volume perdagangan sebesar  1 miliar dolar AS.

Pantun ketiga yang disampaikannya berbunyi:

“Papan lama terpecah belah/Anak menangis meminta bola/Jangan menyerah jangan kalah/Semangat kita selalu menyala.”

Adapun pantun terakhir yang dibacakannya adalah:

“Negeri in namanya  Indonesia/Pulau berjajar menyambung lautan/Cukup sekian pidato saya/Kalau berlebihan, mohon dimaafkan.”

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya