Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Publika

Rakyat Digigit Krisis Merangkak, Sri Mulyani Ngelantur

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 17:37 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

KRISIS ekonomi, politik, dan keadilan, sekarang saling berhimpitan, sehingga tanpa strategi yang tepat elit kekuasaan seperti sedang membiarkan bangsa ini merobek-robek dadanya sendiri.

Sukarno, Soeharto, jatuh karena krisis berhimpit. Kejatuhan dipercepat oleh tabiat para menteri yang tidak cakap bekerja. Chaerul Saleh naikin harga bensin dicap menteri tolol. Soebandrio disebut anjing Peking.

Gubernur B.I-nya, Jusuf Muda Dalam, bikin Taman Firdaus di Pasar Minggu, dari hasil sogokan izin impor, 270.000.000 dolar Amerika Serikat. Masyarakat dan pers baru nyaho setelah mahasiswa dan pelajar datang menyerbu.
Sukarno yang senang sensasi bikin sayembara, barang siapa mampu turunkan harga-harga dalam waktu singkat akan diangkat jadi Menteri Penurunan Harga.

Sukarno yang senang sensasi bikin sayembara, barang siapa mampu turunkan harga-harga dalam waktu singkat akan diangkat jadi Menteri Penurunan Harga.

Waktu itu wartawan Hadeli Hasibuan yang mimpin majalah hiburan, Varia, mengajukan diri. Hadeli susun konsep, minta waktu ketemu Bung Karno. Ia dipertemukan Leimena. Konsepnya ditolak lantaran dianggap bertentangan dengan Jiwa Revolusi. Hadeli seperti halnya Sukarno rupa-rupanya sedang cari sensasi belaka.

Suasana waktu itu serupa tetapi tak sama dengan sekarang. “menteri tolol”, “menteri ngobyek”, “menteri peking” menjadi yel-yel mahasiswa. Tapi hari ini yel-yel cuma meriah di sosmed doang. Masyarakat di lapisan bawah kian tertekan oleh berbagai kesulitan ekonomi tanpa solusi.

Di pasar emak-emak bertanya: “Kemana mahasiswa?”

Ironisnya orang-orang yang merupakan bagian dari masalah malah diharapkan jadi solusi. Integritas, kompetensi, track record mereka di masa lalu yang buruk semakin membuat runyam, dan lagi-lagi rakyat jadi korban.

Kabinet cuma gencar bikin aneka wacana tanpa kemampuan eksekusi yang efektif. Pemerintah tidak punya strategi membalikkan keadaan (strategi turn around) ekonomi RI yang kini nyungsep semakin amblas.

Melihat kondisi kian suram, boleh dikata tahun depan merupakan tahun ketiadaan harapan bagi wong cilik. Next year is a hopeless year. Lesu belaka. Beban rakyat semakin berat. Sebab apa-apa naik dan kehidupan semakin sulit: BPJS, TDL, lapangan kerja, pajak anjlok, hingga subsidi untuk rakyat dihilangkan.

Creeping crisis (krisis yang merangkak) terus berlangsung, alih-alih menggenjot pertumbuhan perekonomian nasional Menteri Keuangan Sri Mulyani malah menggenjot sepeda Brompton, sambil ngelantur bicara apa saja yang bukan urusannya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya