Berita

Iwan Sumule (tengah)/Net

Politik

Gerindra: DPR Mesti Pangkas Anggaran Tanpa Nomenklatur Di KSP

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 14:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Laju pertumbuhan ekonomi sedang nyungsep. Di kuartal IV 2019, ekonomi banyak tumbuh 4,97 persen. Secara total laju pertumbuhan di tahun 2019 hanya sebesar 5,02 persen atau turun jika dibandingkan tahun 2018 yang berada di 5,17 persen.

Untuk itu, DPR yang memiliki fungsi budgeting harus jeli dalam melihat postur APBN yang diajukan pemerinta. Jika ada badan tanpa nomenkatur, maka DPR wajib untuk tidak meloloskan.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule mencontohkan anggaran untuk penasihat Kantor Staf Presiden (KSP). Menurutnya, susunan organisasi KSP sesuai Perpres 83/2019 tidak mengatur kehadiran 13 orang penasihat KSP.


“Jadi DPR mesti memangkas anggaran KSP dan berbagai anggaran belanja pegawai yang bebani APBN. Apalagi kalau tak ada dalam nomenklatur,” terangnya kepada redaksi, Kamis (6/2).

Bagi Iwan Sumule, hal ini penting dilakukan mengingat APBN mengalami defisit yang besar. Sehingga, pengawasan terhadap penggunaan APBN harus ditingkatkan.

Pada Senin (3/2) lalu, Kepala KSP Moeldoko melantik 13 orang sebagai penasihat. Mereka yang dilantik adalah Kuntoro Mangkusubroto, Purnomo Yusgiantoro, Andi Widjayanto, Manuel Kaisiepo, Sudhamek, Imam Prasodjo, Maria SW Sumardjono, Edward O.S. Siariej, Edi Witjara, Rachmawati Husein, Yando Zakaria, Kuskridho Ambardi, dan Jonathan Tahir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya