Berita

Penanganan pasien corona/Net

Politik

INACA: Industri Penerbangan Lebih Merugi Jika Corona Masuk Indonesia

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 08:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kebijakan pemerintah menghentikan menunda seluruh penerbangan dari dan menuju China mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tidak terkecuali dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA).

Bagi Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja kebijakan ini sudah tepat. Khususnya dalam upaya mengantisipasi agar virus corona tidak masuk ke tanah air.

“Kita perlu mewaspadai penyebaran virus corona ini agar sebisa mungkin tidak masuk dan membahayakan rakyat Indonesia, sehingga kebijakan pemerintah sudah cukup tepat,” kata Denon kepada wartawan, Kamis (6/2).
 

 
Menurutnya, dampak kebijakan ini pada industri penerbangan nasional memang besar. Tapi kebijakan pemerintah  tetap harus dilakukan jika melihat potensi dampak dari sebaran virus corona.

“Jika sampai virus corona menyebar di Indonesia, secara ekonomi kita akan jauh lebih dirugikan,” tegasnya.

Atas alasan itu, Denon Prawiraatmadja berharap penerbangan lokal bisa menjadi kekuatan dari industri penerbangan nasional dengan masyarakat memanfaatkan secara maksimal jasa layanan transportasi udara.

Dia ingin penerbangan nasional kembali ramai seperti era tiket murah, sehingga mampu memberikan kontribusi bagi pergerakan ekonomi dan perdagangan masyarakat antar daerah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya