Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Politik

Said Didu: Sri Mulyani Sadar Janji Kampanye Jokowi Tidak Rasional

RABU, 05 FEBRUARI 2020 | 07:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara World Bank di Jakarta, Kamis (30/1) lalu terus menuai sorotan publik.

Sebab, mantan direktur pelaksana World Bank itu mengaku cemas dan “sakit perut” sertiap mendengar obral janji Presiden Joko Widodo. Janji manis itu yang dimaksud berkaitan dengan terkait kebijakan fiskal dan ekonomi, seperti program kartu prakerja.

Bagi mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, pernyataan Sri Mulyani itu seperti bentuk kesadaran yang diungkap ke publik setelah sekian lama ditutup-nutupi.


Kini, katanya, menteri berpredikat terbaik dunia itu sadar bahwa beban keuangan semakin berat. Terutama untuk memenuhi janji kampanye yang tidak rasional.

“Setelah sekian lama menutupi, sepertinya Menteri Keuangan sudah menyadari bahwa beban keuangan negara makin berat dengan janji-janji kampanye yang tidak rasional,” tegasnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (4/2).

Said Didu lantas mengurai sejumlah janji Jokowi-Maruf yang tidak rasional saat kampanye. Mulai dari keinginan “menggaji” pengangguran, hingga rencana menjual aset negara di Jakarta untuk biaya pindah ibukota.

“Janji-janji kampanye yang selama ini saya anggap tidak rasional, antara lain tol laut, tingkat pertumbuhan ekonomi, tidak akan impor, tidak akan tambah utang, swasembada beras, memberikan "gaji" ke penganggur, kelayakan berbagai infrastruktur,” urainya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya