Berita

Foto: Repro

Politik

Idham Aziz Nyanyi “Bongkar”, Murid Taufiq Kiemas: Semoga Pak Kapolri Mampu Menegakkan Keadilan

SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 00:02 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Telah ramai diketahui masyarakat luas, Kapolri Jenderal Idham Aziz penggemar lagu-lagu karya Iwan Fals. Dalam beberapa kesempatan, Idham Aziz tak sungkan menyanyikan lagu Iwan Fals. Lagu karya Iwan Fals yang paling digemarinya adalah “Bongkar”.

Lagu ini berisi perlawanan rakyat kecil yang merasa muak dengan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan yang dipertontonkan pejabat dan penguasa.

Dalam Rapim Polri 2020 yang diselenggarakan pekan lalu (29/1), Kapolri Idham Aziz berkesempatan menyanyikan lagu “Bongkar” itu bersama Iwan Fals.


Kegemaran Idham Aziz menyanyikan lagu “Bongkar” ini diapresiasi politisi PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi.

Beathor mengatakan dirinya bangga setiap kali melihat Idham Aziz menyanyikan lagu “Bongkar” yang populer di akhir masa kekuasaan Orde Baru itu.    

Beathor lantas bercerita, saat bertugas di Kantor Staf Presiden (KSP) selama lima tahun, dirinya kerap didatangi warga yang membawa berbagai masalah.

“Mayoritas kasus tanah dan lain sebagainya yang kesemuanya berhadapan dengan para pengusaha dan pejabat yang dianggap ‘kebal hukum’,” ujar Beathor dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu.

“Laporan yang disampaikan warga dengan bukti valid dan otentik selalu kandas justru di kantor Polisi, disebabkan mereka sahabat Istana,” sambungnya.

Beathor mencontohkan, ada tanah warga yang  tidak dilunasi perusahaan tambang batu bara. Warga hanya dibayar sekitar 20 persen. Sudah puluhan tahun sisanya tidak dilunasi. Padahal lahan itu menghasilkan ratusan miliar rupiah untuk perusahaan tambang yang merampas tanah mereka.

Ada juga tanah rakyat dirampas pengembang yang menjadi bagian dari “lingkaran” Istana.

“Semoga niat Pak Kapolri yang bersih ini mampu mewujudkan dan menegakkan keadilan serta kemakmuran bagi yang berhak,” demikian Beathor yang dikenal sebagai anak didik almarhum Taufiq Kiemas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya