Berita

Pertahanan

Disterilisasi, Batik Air ID-8619 Dijauhkan Dari Pesawat Yang Lain

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 17:43 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pesawat Airbus 3330-300CEO dengan nomor registrasi  PK-LDY milik Batik Air telah menyelesaikan misi kemanusiaan mengevakuasi 238 WNI dari Wuhan dan kota lain di Provinsi Hubei, Republik Rakyat China.

Pesawat berangkat Sabtu siang (1/2) dari Bandara Indonesia Soekarno Hatta, dan tiba pukul 19.00 waktu setempat di hari yang sama. Setelah semua WNI yang hendak dievakuasi masuk ke dalam pesawat, pesawat kembali tinggal landas pukul 4.30 waktu setempat menuju Bandara Internasional Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau.

Pesawat tiba di Batam pukul 8.30 WIB dengan selamat. Semua WNI yang dievakuasi ditransfer ke tiga pesawat milik TNI Angkatan Udara yang terdiri dari dua Boeing dan satu Hercules.


Selanjutnya, Batik Air dengan nomor penerbangan ID-8619 itu menjalani proses sterilisasi agar dapat dipergunakan lagi.

Menurut Kementerian Perhubungan, proses sterilisasi itu akan diawasi dengan sangat serius.

"Kami akan mengawasi proses mitigasi pesawat agar bersih dari kuman virus Korona " ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto.

Sesuai petunjuk Kementerian Kesehatan pesawat Batik Air itu diparkir pada area yang berjauhan dengan pesawat yang lain (isolated area).

Lalu pesawat harus dipastikan dalam kondisi kosong. Hanya ada petugas khusus yang akan melakukan kegiatan disinfeksi atau dekontaminasi. Petugas khusus ini menggunakan alat pelindung diri lengkap.

Disebutkan bahwa bagian pesawat utama yang akan dilakukan disinfeksi adalah kabin dan kargo atau bagasi.

Setelah semua petugas dan peralatan disiapkan maka dilakukan kegiatan disinfeksi dengan menggunakan dry fogger yang  diisi dengan  bahan disinfektan khusus (netbiokem).

Setelah itu, butiran uap dari alat fogger tersebut diharapkan dapat melingkupi seluruh area yang ada dalam kabin dan bagian kargo. Setelahnya, diamkan selama minimal 10 menit.

Setelah contact time berakhir, maka pada area tempat duduk yang ditempati penumpang terjangkit atau terpapar dilakukan usapan dengan  menggunakan lap pendekontaminasi kering (fibertect) untuk memastikan bebas dari residu hama/kuman.

Adapun pada bagian permukaan luar pesawat dilakukan disinfeksi dengan penyemprotan.

“Setelah pesawat dinyatakan bebas dari virus korona oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, barulah pesawat ditarik ke hanggar untuk dilakukan perawatan lebih lanjut,” ujar Novie lagi dalam keterangan yang diterima redaksi beberapa saat lalu.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya