Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Serendipiti Machu Picchu

RABU, 22 JANUARI 2020 | 23:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI dalam penelusuran kelirumologi ditemukan apa yang disebut serendipiti sebagai suatu bentuk kekeliruan yang tidak disengaja dilakukan maka atau namun membuahkan hasil lain yang tak terduga.

Columbus

Sebenarnya Christophorus Columbus nekat berlayar ke arah Barat benua Eropa bukan untuk membuktikan bahwa planet bumi berbentuk bundar seperti bola, namun untuk mencari jalur pelayaran lebih dekat menuju India yang mahakayaraya rempah-rempah.


Setelah mendarat di sebuah pulau yang kini disebut sebagai San Salvador, Columbus keliru menduga dirinya telah mendarat di India maka menyebut penduduk pribumi di pulau tersebut sebagai Indian alias orang India. Akibat serendipiti Columbus menjelang akhir abad XV itu  ditemukanlah kawasan benua yang kini disebut sebagai Amerika.

Bingham

Nyaris lima abad kemudian pada awal abad XX akibat serendipiti Hiram Bingham ditemukanlah Machu Picchu. Sebenarnya Hiram Bingham nekat menerabas hutan belantara Peru demi mencari The Lost Cityof The Incas di mana kaum Inka bertahan sampai titik darah penghabisan melawan kolonialisme Spanyol. Setelah tiba di sebuah kawasan dekat Cusco yang kini disebut sebagai Machu Picchu, Bingham keliru menduga bahwa dirinya sudah menemukan The Lost City of The Incas.

Sebenarnya Machu Picchu lebih merupakan sebuah kawasan pesanggrahan untuk istarahat bagi kaum arisokrat Inka ketimbang benteng pertahanan melawan kolonialisme. Setelah menemukan Machu Picchu memang kemudian Bingham menemukan sebuah situs reruntuhan bangunan Inka di distrik Echarate, region Cuzco, Peru yang kemudian di dalam bahasa Spanyol disebut sebagai Espiritu Pampa (Dataran Spritual).

Bingham tidak sadar bahwa sebenarnya situs reruntuhan Espiritu Pampa yang disebut sebagai Vilcabamba itu justru adalah The Lost City of The Incas yang sebenarnya.

Vilcabamba

Vilcabamba adalah pelafalan Spanyol terhadap Wllkapampa yang di dalam bahasa Quechua bermakna “Kawasan Keramat” untuk sementara ini disepakati oleh para arkeolog sebagai ibukota kekaisaran Inka dari tahun 1539 sampai dengan 1572 sebagai benteng terakhir kekaisaran Inka melawan kolonialisme Spanyol.

Setelah dibumihanguskan oleh kaum kolonialis dari Eropa, Vilcabamba dilupakan maka disebut sebagai The Lost City of The Incas alias kota peradaban Inka yang lenyap ditelan jaman. Pada tahun 1911, Hiram Bingham memang menemukan reruntuhan Vilcabamba namun tidak menyadari bahwa itulah situs yang dicarinya, sebab sebelumnya sudah menyakini bahwa Machu Picchu adalah The Lost City of The Incas.

Baru pada tahun 1964, Gene Savoy meluruskan serendipiti Machu Picchu dengan menegaskan bahwa reruntuhan Vilcambamba yang berada di kawasan bantaran sungai Chontabamba justru adalah benteng terakhir kaum Inka yang dicari Hiram Bingham.

Kalah Tenar

Vilcabamba telah ditampilkan pada game video The Amazon Trail dan Tomb Raider maupun Tomb Raider: Aniversary serta PlayStation 2 RPG: Shadow Hearts: From The New World dan maupun di dalam novel Evil Star dan Necropolis oleh Anthony Horowitz.

Episod ke dua serial dokumentarial Conquistadors karya Michael Wood secara khusus berkisah tentang perjuangan kaum Inka sampai titik darah penghabisan melawan Spanyol di Vilcabamba yang juga berperan sebagai lokasi utama novel To The Last City oleh Collin Thuborn yang dinominasikan sebagai penerima anugerah Man Booker Prize.

Namun ketenaran Vilcabamba tidak pernah berhasil mengungguli Machu Picchu yang sudah terlanjur lebih dahulu tersohor akibat dinonbatkan UNESCO sebagai warisan situs kebudayaan dunia yang habis-habisan dipromosikan oleh pemerintah Peru masa kini sebagai destinasi utama pariwisata Peru. Vilcabamba kembali lenyap ditelan jaman maka disebut sebagai The Lost City Of The Incas.

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Pembelajar Peradaban Dunia

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya