Berita

Yenny Wahid/Net

Bisnis

Yenny Wahid, Diprediksi Jadi Menteri, Akhirnya Sangkut di Garuda Indonesia

RABU, 22 JANUARI 2020 | 14:22 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Salah satu tokoh muda Nahdlatul Ulama yang diperkirakan banyak kalangan akan memperkuat pemerintahan periode kedua Joko Widodo adalah Yenny Wahid.

Beberapa jam lalu ia baru dipastikan menjadi satu dari dua komisaris independen PT Garuda Indonesia.

Pemilik nama asli Zannuba Ariffah Chafsoh yang lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 29 Oktober 1974 ini tadinya disebut pantas menjadi Menteri Sosial, atau Menteri Pendidikan, bahkan juga pas bila dipercaya menjadi Menteri Agama.


Ketiga bidang itu adalah konsentrasi utama kegiatan putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Tidak sedikit yang kaget ketiga nama Yenny Wahid ternyata tidak ada di dalam Jajaran Indonesia Maju. Namanya juga tidak muncul dalam jajaran Wakil Menteri yang diumumkan kemudian. Apalagi di dalam daftar Staf Khusus presiden dari kalangan milenial.

Berbagai spekulasi mengemuka. Namun begitu Yenny Wahid sendiri tak sekalipun memperlihatkan rasa kecewa.

Menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Garuda yang digelar di Kantor Pusat Garuda di Kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, nama Yenny pun nyaris tak pernah terdengar akan mengisi kursi komisaris.

Dalam RUPSLB tadi diumumkan bahwa mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dipercaya sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia.

Adapun pada posisi Wakil Komut adalah pengusaha nasional Chairal Tanjung.

Chairal Tanjung adalah adik pengusaha nasional Chairul Tanjung yang bukan orang baru bagi lingkungan Garuda. Chairul Tanjung memiliki 25,61 persen saham Garuda melalui anak perusahaannya Trans Airways. Selain itu, siapapun tahu, CT adalah pengusaha bertangan dingin yang sukses melahirkan dan mengelola berbagai perusahaan, mulai dari perbankan, kulinari, supermarket, serta media dan TV.

Nama berikutnya di jajaran komisaris Garuda Indonesia adalah Elisa Lumbantoruan, CEO perusahaan outsourcing terbesar berkelas dunia, ISS Indonesia. Induk perusahaan itu, ISS didirikan di Kopenhagen, Denmark pada tahun 1901. Adapun ISS Indonesia didirikan pada 1996 dan kini memiliki lebih dari 60 ribu karyawan.

Elisa Lumbantoruan juga bukan orang baru di Garuda. Dia pernah menjadi Direktur Pemasaran dan Penjualan.  

Komisaris independen kedua adalah Yenny Wahid.

Seorang komisaris lagi adalah, wartawan senior dan mantan Dubes RI di Polandia, Peter F. Gontha, yang juga memiliki kegiatan di dunia penerbangan dengan intensitas yang tinggi.

Sebelum dipercaya sebagai komisaris Garuda, Peter F. Gontha sempat memperkuat Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2018-2023. Namun kemudian mengundurkan diri karena memutuskan masuk dunia politik.

Kembali ke Yenny Wahid. Sampai tulisan ini diturunkan belum diperoleh informasi jelas dan tegas mengenai “hubungannya” dengan dunia penerbangan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya