Berita

Sandiaga Uno (kanan)/RMOL

Bisnis

Sandi Berharap Pemerintah Proteksi Startup Dalam Negeri

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 11:56 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Industri ekonomi Indonesia sudah memasuki era digital 4.0 yang serba terbuka, cepat dan bersaing ketat. Dibutuhkan kualitas SDM yang tahan banting dan memiliki kreativitas dan semangat berjuang yang tinggi.

Pengusaha yang juga politisi Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sudah saatnya generasi milenial memikirkan masa depan bangsa dimana mereka akan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa dalam beberapa tahun ke depan.

"Milenial harus terus mengasah intuisi, kreativitas dan wawasan agar dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba cepat," ujar mantan calon wakil presiden itu saat berbagi inspirasi di ajang Indonesia Millenials Summit, akhir pekan lalu.


Saat ini, Indonesia sedang dalam proses memasuki bonus demografi di 2025–2030. Jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan terus meningkat dari 238,5 juta pada 2010 akan menjadi 305,6 juta jiwa pada 2035.

Bonus demografi membuat penduduk usia produktif yang berpotensi menggerakkan ekonomi Indonesia semakin besar. Diperkirakan pada 2045, pemuda usia produktif saat ini akan menjadi generasi emas. Mereka inilah yang akan menggerakkan perekonomian Indonesia kelak, di masa depan.

"Jika disiapkan dan dikawal dengan baik, maka bonus demografi dapat mengakselarasi hadirnya milenial Indonesia mandiri yang berkualitas tinggi," ujar Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, untuk mendongkrak industri ekonomi di era teknologi saat ini, strategi yang harus dilakukan adalah memperkuat kapasitas funding baik lewat tumbuhnya fintech, maupun investasi.

"Pertama, tumbuhkan fin and fundtech. Kedua, bangun kapasitas investasi milenial," ujar dia.

Sandi memaparkan, sepuluh hingga lima tahun lalu, Indonesia telah menghadapi future e commerce dimana hal tersebut yang menjadi tema investasi saat ini.

"Ke depannya era nya fintech AI, investasi di kesehatan, pendidikan dan lain-lain, sehingga generasi milenial juga harus sudah siap," tambah dia.

Sandi menambahkan, inovasi teknologi merupakan bagian penting dalam kemajuan negara, sehingga pemerintah harus sungguh-sungguh mengalokasikan anggaran untuk R&D sehingga lahir inovasi teknologi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Harapannya, pemerintah harus memberikan proteksi terhadap Startup dalam negeri sampai bìsa menguasai 80% pasar sehingga produk dalam negeri menjadi dominan di pasar internasional," tandas Sandiaga Uno.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

UPDATE

Komisi IX Dukung Pakai Label Harga pada Menu MBG

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:05

Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta Gratis Saat Lebaran 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:45

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

Pendaftaran Mudik Gratis Pemkot Kota Bekasi Dibuka 3 Maret

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:29

Kenali Aturan Baru Umrah Ramadan dari Arab Saudi

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:19

Merger Raksasa Pakan Ternak, Momentum Kebangkitan Peternak Lokal

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:08

Aktivasi Akun Coretax Nyaris Tembus 15 Juta, Lapor SPT Tahunan 4,95 Juta

Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:57

Lebaran 2026: Ini Stasiun, Bandara, Terminal, dan Pelabuhan Terpadat Saat Arus Mudik

Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:25

Gelar Pasar Murah Ramadan Tangerang Raya, Legislator PAN: Arahan Ketum

Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:04

Trem di Italia Anjlok Hantam Bangunan, Dua Tewas Puluhan Terluka

Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:31

Selengkapnya