Berita

Tokoh nasional, DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Kutip Marzuki Alie, Rizal Ramli: Citra Itu Pembodohan Jika Sebatas Alat Pertahankan Kekuasaan

SENIN, 20 JANUARI 2020 | 08:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pencitraan tidak selamanya buruk. Bahkan terkadang penting dilakukan untuk membangun kepercayaan. Terpenting, citra yang dihadirkan harus berbasis kinerja.

Begitu kata tokoh nasional DR. Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadinya, Senin (20/1).

Kicauan ini ternyata mengutip dari pernyataan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, yang oleh pria yang akrab disapa RR itu nama Marzuki disisipkan di bawah kutipan kalimat.


“Citra itu penting untuk membangun trust, Citra itu penting untuk nama baik bangsa,” bunyi kutipan itu.

Kutipan tersebut masih ada lanjutannya. Disebutkan bahwa citra bisa berubah menjadi pembodohan jika tujuannya salah. Seperti tujuan yang sebatas mencapai dan mempertahankan kekuasaan.

“Citra itu pembodohan jika hanya untuk alat mencapai dan mempertahankan kekuasaan,” tulis RR mengakhiri kutipan dari Marzuki Alie.

Selanjutnya, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu menukil tulisan dari wartawan senior Arief Gunawan berjudul “Bedanya Pencitraan Sebagai Alat Dan Tujuan”.

Diterangkan bahwa pendiri bangsa Ir Sukarno menggunakan pencitraan sebagai alat untuk kepentingan bangsa. Bukan sekadar untuk memenangkan kekuasaan dan personal glory.

“Seperti banyak dilakukan oleh para pangeran pencitraan dan para ratu pencitraan saat ini,” demikian Rizal Ramli.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya