Berita

Stanislaus Riyanta/Net

Politik

Kolaborasi PDIP-Ansor Positif Untuk Tangkal Ancaman Radikalisme

JUMAT, 17 JANUARI 2020 | 20:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pertemuan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dengan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas penting untuk pembangunan bangsa.

Pengamat ketahanan nasional dari Universitas Indonesia (UI) Stanislaus Riyanta menilai keduanya memiliki konsentrasi yang sama dalam menangkal ancaman radikalisme. Sehingga, sambungnya, konsolidasi yang dilakukan dalam pertemuan pada Kamis (16/1) itu penting dilakukan.

“Gennya sama terkait merah putih. Ketika mereka konsolidasi dan bergerak bersama itu adalah hal yang wajar, karena memang punya arah yang sama jika dihadapkan pada persoalan kebangsaan," ujarnya.


Stanislaus mengurai bahwa radikalisme bisa ditanggulangi jika ada kolaborasi antar lembaga negara, ormas, dan masyarakat. Radikalisme tidak bisa ditangani sebatas mengandalkan penegak hukum.

“Nah, PDIP dan Ansor berkolaborasi secara positif untuk memperkuat daya cegah tangkal ancaman radikalisme di masyarakat," katanya.

Senada itu, Direktur Indonesia Policy Institute Karyono Wibowo juga memuji pertemuan kedua organisasi yang sama-sama menopang NKRI dan bertekad mempertahankan ideologi Pancasila itu.

"Patut diapresiasi. Ibarat sekeping mata uang, dua kekuatan ini menjadi penopang NKRI mempertahanakan ideologi Pancasila, toleransi, dan keberagaman," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya