Berita

Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Waketum Golkar: Penguatan Sistem Pemilu Harus Diiringi Penguatan Institusi Parpol

KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 22:16 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Usulan perubahan sistem pemilihan umum harus dikaji dari semua aspek secara menyeluruh. Perubahan sistem pemilihan harus berjalan seiring dengan penguatan institusi partai politik.

Demikian disampaikan Ketua Komisi II  DPR RI Ahmad Doli Kurnia menanggapi usulan penerapan kembali sistem proposional tertutup dalam Pemilu, menggantikan sistem proposional terbuka yang diterapkan pada Pemilu 2019 lalu.

"Penerapan sistem proporsional tertutup harus diiringi dengan penguatan institusi partai politik," ujar dia Jakarta, Kamis, (16/1).


Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu mengatakan, partainya tengah mengkaji penerapan sistem proposional tertutup itu dari semua aspek.

"Artinya, perubahan UU Pemilu harus juga diiringi dengan perubahan UU Partai Politik," ujar dia.

Menanggapi berbagai pihak yang mempertanyakan, dan bahkan meragukan sistem proposional tertutup jika diterapkan, rakyat seolah-olah "memilih kucing dalam karung," Ahmad Doli mengajak parpol untuk mulai menerapkan manajemen partai yang modern dan terbuka.

"Partai Politik mesti melakukan perekrutan caleg secara terbuka dan transparan," tandas Ahmad Doli.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya