Berita

Andi Arief/Net

Politik

Andi Arief: Hasto, Jangan Simpan Harun

KAMIS, 16 JANUARI 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu masih menyisakan pertanyaan di publik mengenai keberadaan caleg PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Sumatera Selatan I, Harun Masiku.

Harun Masiku merupakan tersangka yang diduga memberi suap. Namun demikian, keberadaannya masih simpang siur.

KPK dan pihak Imigrasi sudah menyatakan bahwa Harun Masiku berada di luar negeri sejak tanggal 6 Januari atau dua hari sebelum Wahyu ditangkap.


Namun teranyar, sebuah media mengklaim telah melakukan penelusuran atas keberadaan Harun. Media tersebut mengatakan bahwa pada tanggal 7 Januari Harun sudah kembali ke Indonesia.

Seolah klaimnya benar, media tersebut turut menyebut pesawat dan nomor kursi yang ditumpangi Harun saat kembali ke Jakarta.

Politisi Demokrat Andi Arief pun berkomentar atas klaim media tersebut. Andi merupakan orang yang getol menanyakan bukti kepergian Harun Masiku ke luar negeri. Dia pun menyinggung KPK dan Imigrasi jika sampai berbohong atas informasi yang diberikan.

“KPK dan Imigrasi bisa dituding memberi informasi bohong dan masuk dalam skenario jaringan pelindung koruptor, jika tidak umumkan ke publik bukti pelintasan Harun Masiku yang sebenernya,” ujar Andi Arief dalam akun Twitter-nya, Kamis (16/1).

Di kicauan selanjutnya, Andi Arief kemudian menyebut nama Hasto untuk tidak menyimpan Harun. Hasto seperti menjurus ke nama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan Harun menjurus Harun Masiku.
 
“Hasto, jangan simpan Harun. Serahkan dia. Dari sandiwaramu,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya