Berita

Fahira Idris/Net

Nusantara

Fahira Idris: Satu Kata Untuk Demo Dewi Tanjung Cs Di Balkot, Norak!

RABU, 15 JANUARI 2020 | 07:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aksi dua kubu bertentangan terjadi di Balaikota DKI Jakarta pada Selasa kemarin (14/1). Kedua kubu terbelah antara massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan yang kontra.

Massa pendukung Anies terdiri dari beberapa ormas yang berkumpul di Balaikota. Antara lain ormas Bang Japar dan Forkabi. Sementara yang kontra dipimpin oleh kader PDI Perjuangan Dewi Tanjung.

Demo Dewi Tanjung cs awalnya bertujuan untuk mengkritisi masalah banjir yang terjadi di ibukota pada pembuka tahun 2020 lalu.


Namun demikian, Senator dari DKI Jakarta Fahira Idris menilai demo itu telah melenceng dari tujuan utama. Pasalnya, bukan mengkritisi masalah banjir dan memberi solusi yang dilakukan Dewi Tanjung cs, melainkan turut menggiring opini untuk menurunkan Anies Baswedan.

“Satu kata untuk aksi demo di balaikota. Norak!” ujarnya dalam akun Twitter pribadi.

Fahira turut mengungkit dialognya dengan Dewi Tanjung di TV One. Saat itu, Dewi Tanjung yang namanya mencuat setelah menyebut penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan adalah rekayasa, mengklaim bahwa seluruh warga DKI ingin Anies mundur.

Tapi, sambung Fahira, saat ditanya balik seluruh warga yang dimaksud mana saja, Dewi kicep alias diam seribu bahasa.

“Eh, mbaknya gak bisa jawab. Ambyar tenan,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya